Mahasiswa Agribisnis Polinef Sulap Limbah Menjadi Peluang Usaha
- 03 Jun 2026 14:08 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Politeknik Negeri Fakfak (Polinef) Papua Barat terus memperkuat kualitas pendidikan vokasi dengan menghadirkan pendekatan pembelajaran berbasis praktik pada jurusan baru Sarjana Terapan Pengelolaan Agribisnis Perkebunan. Program tersebut tidak hanya fokus pada sektor pertanian, tetapi juga mendorong mahasiswa menciptakan solusi dari permasalahan lingkungan di Kabupaten Fakfak.
Dosen Pengampu Pengelolaan Agribisnis Perkebunan Polinef, Petrus Oktavianus H, mengatakan bahwa sejak dibuka, jurusan tersebut menerapkan sistem pembelajaran berbasis proyek yang mengarahkan mahasiswa untuk mengolah limbah menjadi produk yang bernilai guna dan bernilai ekonomi.
Menurut Petrus, pembelajaran menggunakan model batch learning yang disesuaikan dengan sejumlah mata kuliah dalam program studi. Melalui metode tersebut, mahasiswa dituntut aktif melakukan praktik lapangan dan mengembangkan inovasi yang relevan dengan kondisi daerah.
“Targetnya praktik berbasis proyek, dan untuk edisi pertama mahasiswa diarahkan memanfaatkan serta mengurangi limbah di sekitar Kota Fakfak,” ujar Petrus.
Ia menjelaskan, limbah rumah tangga menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan pembelajaran. Mahasiswa diajak mengintegrasikan pengelolaan limbah dengan sistem agribisnis melalui pemanfaatan teknologi sederhana yang dapat diterapkan langsung di masyarakat.
Salah satu inovasi yang telah dikembangkan mahasiswa adalah pemanfaatan galon air minum bekas sebagai media pertanian hidroponik. Program matrikulasi berbasis daur ulang tersebut saat ini diikuti sekitar 22 mahasiswa aktif dan telah memasuki tahap perancangan media serta pembibitan tanaman.
Petrus menilai keberadaan jurusan Pengelolaan Agribisnis Perkebunan sangat penting untuk mendukung pembangunan daerah. Selain membentuk lulusan yang memiliki jiwa kewirausahaan, mahasiswa juga akan diarahkan mengelola limbah dari Pasar Thumburuni sebagai bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat.
“Agribisnis Perkebunan membuka peluang inovasi baru. Sasaran lulusan adalah mencetak mahasiswa dengan mindset pengusaha, yang mampu memanfaatkan potensi lingkungan sekitar untuk berkembang,” tegasnya. Ia berharap program tersebut dapat melahirkan generasi muda yang mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus mengoptimalkan potensi agribisnis di Kabupaten Fakfak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....