Kekeringan Ancam Tanaman Pala, Pemkab Fakfak Siapkan Strategi Pemulihan

  • 29 Sep 2026 19:30 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan menyiapkan langkah rehabilitasi tanaman pala yang mengalami kerusakan hingga kematian akibat kondisi kemarau di sejumlah wilayah sentra perkebunan pala.

Langkah tersebut dilakukan setelah Dinas Perkebunan turun langsung menemui kelompok petani pekebun pala di sejumlah kampung untuk melihat kondisi kebun sekaligus mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di tengah kondisi cuaca yang cukup kering.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmorojati, ST, MT mengatakan, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan tanaman pala, terutama yang masih berada pada fase remaja, cukup rentan terhadap tekanan kekurangan air.

"Kami melihat langsung kondisi kebun dan mendengar apa yang dialami oleh petani pekebun pala. Kekeringan telah memberikan dampak terhadap sejumlah tanaman pala, terutama tanaman remaja. Ada tanaman yang mengalami stres kekeringan, layu, bahkan ada yang sudah mati." ujar Widhi.

Widhi menjelaskan, tanaman pala remaja lebih rentan karena sistem perakarannya belum berkembang sekuat tanaman pala dewasa. Kondisi kekurangan air dalam waktu cukup panjang dapat menyebabkan pertumbuhan terganggu hingga tanaman mengalami kematian.

Dampak kekeringan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah, di antaranya Distrik Teluk Patipi, Furwagi, Kokas, Kayauni, Mbahamdandara, beberapa kampung di wilayah Fakfak bagian timur serta Distrik Karas.

"Kita melihat dampaknya tidak terjadi secara merata. Ada wilayah yang relatif masih aman, tetapi ada pula beberapa kampung yang lebih dahulu mengalami kekeringan. Tanaman pala remaja menjadi salah satu yang cukup rentan karena membutuhkan air untuk mendukung pertumbuhan akar, batang dan tajuknya." katanya.

Menurut Widhi, setelah periode kemarau berlalu, Dinas Perkebunan akan melakukan pendataan secara menyeluruh untuk mengetahui luas kebun yang terdampak, jumlah tanaman yang mati serta tanaman yang masih memungkinkan untuk diselamatkan.

Hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar pemerintah daerah dalam menentukan bentuk intervensi, termasuk kebutuhan rehabilitasi dan penggantian tanaman pala yang mati dengan bibit pala yang sesuai.

"Tanaman yang mati jangan dibiarkan menjadi lahan kosong. Setelah kondisi memungkinkan, kita harus tanam kembali. Rehabilitasi ini bukan hanya mengganti tanaman, tetapi memastikan kebun masyarakat tetap memiliki populasi tanaman yang cukup dan dapat berproduksi dalam jangka panjang." tambah Widhi.

Widhi juga mengimbau petani agar tetap merawat tanaman pala yang masih hidup dengan menjaga kelembapan tanah, mempertahankan bahan organik dan tutupan tanah, serta memanfaatkan sumber air yang tersedia secara bijaksana.

Ia berharap rehabilitasi dapat dilakukan secara bertahap setelah kondisi cuaca membaik, sehingga keberadaan tanaman pala tetap terjaga dan keberlanjutan Pala Tomandin sebagai komoditas unggulan Kabupaten Fakfak dapat dipertahankan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....