Pemkab Fakfak Tetapkan Pala Tomandin Jadi Tanaman Budidaya dan Konservasi
- 14 Mei 2026 11:51 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Pemerintah Kabupaten Fakfak resmi menetapkan Pala Tomandin sebagai tanaman budidaya, pelestarian, dan konservasi melalui Keputusan Bupati Fakfak Nomor 500.8–25 Tahun 2026. Kebijakan tersebut dinilai menjadi langkah besar pemerintah daerah dalam memperkuat identitas Fakfak sebagai salah satu daerah penghasil pala unggulan di Indonesia.
Penetapan ini sekaligus menandai perubahan arah pembangunan perkebunan di Fakfak yang tidak lagi semata berfokus pada hasil produksi, tetapi juga menempatkan pala sebagai bagian dari warisan budaya dan penjaga ekologi daerah.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., mengatakan pala memiliki hubungan yang sangat erat dengan kehidupan masyarakat adat Fakfak karena telah diwariskan secara turun-temurun selama ratusan tahun.

Menurutnya, sebagian besar kebun pala di Fakfak merupakan kebun warisan keluarga yang memiliki nilai sejarah dan ikatan emosional yang kuat bagi masyarakat setempat.
“Bagi masyarakat Fakfak, pala bukan sekadar tanaman perkebunan, tetapi bagian dari kehidupan dan identitas budaya yang harus dijaga bersama,” ujar Widhi.
Ia menjelaskan, dalam budaya lokal dikenal filosofi meri totora yang memaknai pala sebagai “ibu” yang memberikan kehidupan dan penghidupan bagi masyarakat Fakfak.
Karena itu, pemerintah daerah menilai pengembangan pala harus dilakukan secara bijak agar manfaat ekonominya tetap berjalan tanpa mengorbankan nilai budaya maupun keseimbangan lingkungan.
“Pala memiliki nilai universal, mulai dari nilai ekonomi, budaya, hingga ekologis. Semua itu harus berjalan seimbang agar keberlanjutan pala tetap terjaga,” katanya.
Pada aspek budidaya, pemerintah mendorong pengembangan kebun pala yang lebih produktif dan modern melalui Gerakan Tanam Kebun Fakfak serta kawasan pengembangan baru lainnya.
Selain meningkatkan kesejahteraan petani, pala juga diproyeksikan menjadi komoditas unggulan daerah yang mampu mendorong pertumbuhan industri hilir melalui produk turunan seperti minyak pala, manisan, sirup, dan ekstrak rempah.
“Potensi hilirisasi pala sangat besar dan dapat membuka peluang usaha baru serta memperluas lapangan kerja masyarakat di Fakfak,” jelasnya.
Sementara dalam fungsi konservasi, pala dipandang memiliki peran penting menjaga bentang alam Fakfak karena mampu memperkuat tutupan vegetasi, menjaga cadangan air, serta mengurangi risiko erosi di kawasan berbukit dan penyangga hutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....