Standarisasi Pala Tomandin Jadi Fokus Tingkatkan Ekonomi Petani

  • 10 Apr 2026 20:23 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan terus memperkuat posisi pala sebagai komoditas unggulan daerah bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat. Salah satu langkah strategis yang dilakukan yakni melalui sosialisasi sekaligus penyusunan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) Pala Tomandin Fakfak.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Dinas Perkebunan Fakfak ini dibuka oleh Kepala Dinas Perkebunan mewakili Bupati Fakfak, serta diikuti 45 peserta yang terdiri dari petani pekebun pala, kelompok tani, pelaku pengumpul dan pengepul, serta perwakilan masyarakat perlindungan indikasi geografis Pala Tomandin Fakfak.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya penerapan standar mutu pala, mulai dari proses panen, penanganan pascapanen, pengeringan, sortasi hingga pemasaran guna menghasilkan produk berkualitas dan bernilai jual tinggi.

Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, mengatakan bahwa sejak lama Fakfak dikenal sebagai daerah penghasil pala dengan karakteristik khas yang berbeda dari wilayah lain di Indonesia.

“Pala Fakfak memiliki aroma khas, bentuk biji yang baik, serta kandungan minyak atsiri tinggi sehingga diminati pasar nasional maupun internasional. Ini yang kita perkuat melalui branding Pala Tomandin Fakfak,” ujarnya.

Ia menegaskan, penerapan standar mutu melalui SNI menjadi langkah penting dalam menjaga kualitas sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar terhadap pala Fakfak.

“Dengan penerapan SNI, kualitas pala akan lebih terjamin, memiliki klasifikasi mutu yang jelas, serta mampu meningkatkan daya saing di pasar nasional maupun internasional,” kata Widhi.

Selain itu, dalam sosialisasi juga disusun draft pedoman pengolahan pala Tomandin Fakfak, mulai dari teknik panen, sortasi biji dan fuli, hingga sistem pengiriman dan pengasapan yang menyesuaikan dengan tuntutan pasar saat ini.

Widhi menjelaskan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari kesiapan menghadapi musim panen pala Timur dan Barat tahun 2026 yang diperkirakan mengalami peningkatan produksi signifikan.

Ia mengingatkan petani agar memanen pala sesuai waktu yang tepat, karena praktik panen sebelum matang masih menjadi tantangan di lapangan dan dapat menurunkan kualitas biji serta kadar minyak atsiri.

“Kami harapkan petani tidak tergiur menjual pala sebelum waktunya. Selain merusak kualitas, hal itu juga berpotensi merugikan pemilik kebun,” tegasnya.

Menurutnya, disiplin dalam mengikuti kalender panen serta penerapan penanganan pascapanen yang baik menjadi kunci menjaga reputasi pala Fakfak sebagai komoditas berkualitas tinggi.

Sementara itu, narasumber dari PT. Papua Global Spices, Hans Sahupala, menekankan pentingnya pemahaman petani dan pelaku usaha terhadap standar operasional prosedur (SOP) pengolahan pala.

Ia menyebut, dengan penerapan pengolahan yang benar sejak dari kebun hingga pemasaran, kualitas pala akan meningkat dan berdampak pada harga jual yang lebih baik.

Melalui kegiatan ini, dihasilkan kesepakatan prosedur pengolahan Pala Tomandin Fakfak sebagai panduan praktis bagi petani dan pelaku usaha, mulai dari panen, pemisahan, pengeringan hingga penyimpanan, serta kesepakatan harga yang adil.

Upaya ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan komoditas pala sebagai sumber ekonomi masyarakat Fakfak, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani pekebun dan seluruh pelaku usaha dalam rantai perdagangan pala.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....