Retribusi Pala Tomandin Fakfak Terus Menunjukkan Tren Peningkatan
- 03 Agt 2026 12:47 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak – Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan berhasil membukukan penerimaan retribusi perdagangan antar pulau komoditas pala sebesar Rp405.009.150 hingga Juli 2026. Capaian tersebut menjadi kontribusi nyata sektor perkebunan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pada Juli 2026 saja, penerimaan retribusi mencapai Rp44.247.250 yang berasal dari 974 koli pengiriman. Nilai tersebut terdiri atas retribusi sertifikasi bibit pala Rp22.347.000, pala kulit Rp10.695.000, pala ketok Rp4.492.250, dan fuli pala Rp6.713.000.
Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT menyebutkan, nilai transaksi perdagangan pala selama Juli diperkirakan mencapai Rp4.826.996.250. Angka tersebut berasal dari transaksi bibit pala Rp754.211.250, pala kulit Rp1.426.000.000, pala ketok Rp834.275.000, dan fuli pala Rp1.812.510.000.
"Secara kumulatif, retribusi daerah didominasi oleh pala kulit sebesar Rp197.947.500 atau 48,87 persen, diikuti fuli pala Rp112.376.000, pala ketok Rp38.515.400, serta sertifikasi peredaran bibit pala Rp34.270.000, " sebut Widhi.
Widhi mengatakan penerimaan tersebut menunjukkan bahwa tata kelola perdagangan pala semakin baik dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi daerah.
"Peningkatan penerimaan retribusi menunjukkan bahwa tata niaga Pala Tomandin Fakfak semakin tertib dan transparan. Ini menjadi salah satu indikator bahwa sektor perkebunan terus memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah." ujar Widhi.
Widhi menegaskan pihaknya akan terus memperkuat sinergi dengan petani, penangkar, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan agar Pala Tomandin Fakfak tetap menjadi komoditas unggulan yang mampu bersaing di pasar nasional maupun global.
"Tujuan akhirnya bukan hanya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah, tetapi juga mewujudkan kesejahteraan pekebun serta menjadikan Pala Tomandin Fakfak sebagai investasi dan warisan berharga bagi generasi mendatang." tutup Widhi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....