Volume Perdagangan Pala Fakfak Terus Meningkat Sepanjang 2026
- 03 Agt 2026 12:43 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID Fakfak – Perdagangan komoditas Pala Tomandin Fakfak terus menunjukkan tren positif. Hingga Juli 2026, Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak mencatat volume perdagangan antar pulau mencapai 1.025.733 kilogram atau 1.025,73 ton sebagai hasil penguatan tata niaga dan pengawasan mutu komoditas unggulan daerah.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., mengatakan capaian tersebut menjadi indikator semakin tertatanya sistem perdagangan pala melalui pelaksanaan uji mutu, pengawasan distribusi, dan sertifikasi peredaran bibit.
"Selama Juli 2026, tercatat 10 kali pengiriman pala menuju Surabaya menggunakan KM Labobar, KM Titanium, KM Vertikal, dan KM YTA. Total volume yang diperdagangkan mencapai 55.198 kilogram, terdiri dari 35.650 kilogram pala kulit, 12.835 kilogram pala ketok, dan 6.713 kilogram fuli pala," ujar Widhi.
Diungkapkan Widhi, pada periode yang sama, Dinas Perkebunan menerbitkan 22.347 sertifikasi peredaran bibit pala sebagai upaya menjamin penggunaan bibit unggul dalam mendukung pengembangan perkebunan pala di Kabupaten Fakfak.

Secara kumulatif Januari–Juli 2026, perdagangan pala terdiri atas 743.939 kilogram pala kulit, 134.497 kilogram pala ketok, dan 147.297 kilogram fuli pala. Selain itu, sebanyak 34.270 sertifikasi peredaran bibit telah diterbitkan untuk mendukung program perluasan areal tanam dan peremajaan tanaman.
"Capaian hingga Juli 2026 merupakan indikator positif bahwa sistem perdagangan komoditas pala di Kabupaten Fakfak semakin tertata. Peningkatan volume perdagangan yang diikuti uji mutu dan sertifikasi menunjukkan tata niaga Pala Tomandin Fakfak semakin transparan dan memberikan manfaat bagi masyarakat." ungkap Widhii.
Menurut Widhi, keberhasilan tersebut menjadi modal penting dalam mendukung Program Daerah Pala Unggul Fakfak yang berorientasi pada peningkatan kualitas, produktivitas, dan daya saing komoditas pala.
"Pala Tomandin Fakfak merupakan aset strategis daerah yang harus terus dijaga kualitas, produktivitas, dan tata niaganya agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi pekebun dan perekonomian daerah." tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....