Disbun Fakfak Ingatkan Petani Fakfak Tak Panen Pala Muda
- 31 Agt 2026 11:03 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak – Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak mengingatkan masyarakat agar tetap memperhatikan tingkat kematangan buah pala meski Sasi Kerakera telah buka.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak Widhi Asmoro Jati, ST., MT., mengatakan musim panen pala tahun ini mengalami pergeseran dibandingkan kalender perkiraan musim panen yang selama ini menjadi acuan masyarakat. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi perubahan cuaca dan iklim yang berdampak terhadap perkembangan serta tingkat kematangan buah pala.
Beberapa kampung di wilayah timur dan barat, termasuk Kampung Sipatnanam dan Kamandu Tetar, telah memasuki masa panen lebih awal dari perkiraan. Widhi menegaskan, pembukaan Sasi Kerakera bukan berarti seluruh buah pala dapat langsung dipanen tanpa melihat tingkat kematangannya.
“Walaupun Sasi Kerakera sudah dibuka di wilayah ini, kita tetap harus bijak melihat kematangan pala yang akan dipetik. Jangan hanya karena sasi sudah dibuka kemudian semua pala dipanen,” ujarnya.
Ia meminta petani memastikan buah yang dipetik benar-benar telah matang sehingga mutu dan kualitas pala tetap terjaga.
Menurut Widhi, penerapan aturan adat dan upaya menjaga mutu pala harus berjalan secara bersamaan. Sasi memberikan ruang bagi masyarakat untuk mulai melakukan pemanenan, namun kematangan buah tetap menjadi dasar dalam menentukan pala yang layak dipetik.
Ia menilai langkah tersebut penting untuk mencegah pemanenan pala muda yang dapat menurunkan kualitas sekaligus berdampak terhadap reputasi Pala Fakfak di pasar. Selain menjaga mutu, Widhi juga mengingatkan pentingnya hubungan yang adil antara petani dan pengumpul. Pala yang telah matang dan berkualitas harus dihargai dengan harga yang layak.
Di sisi lain, petani juga memiliki tanggung jawab menjaga hasil kebun hingga mencapai tingkat kematangan optimal. Widhi mengatakan pemerintah daerah terus mendorong pengembangan pala melalui berbagai program, mulai dari rehabilitasi tanaman, perluasan areal, peningkatan produktivitas, pengembangan pala unggul, penguatan kelompok hingga hilirisasi.
“Pala adalah investasi masa depan. Kita tidak boleh hanya berbicara tentang panen hari ini, tetapi harus menyiapkan tanaman, produktivitas, mutu dan nilai tambah untuk anak generasi berikutnya,” katanya.
Ia bahkan mengibaratkan kebun pala sebagai aset berharga yang diwariskan leluhur masyarakat Fakfak.
“Kalau orang lain punya tabungan di bank, masyarakat Fakfak memiliki ‘ATM’ yang diwariskan leluhur kita, yaitu kebun pala. Tetapi ATM ini harus kita jaga dan tingkatkan kualitasnya,” tegas Widhi.
Menurutnya, menjaga mutu pala sejak dari kebun merupakan bagian penting dalam membangun Pala Fakfak yang unggul, berdaya saing dan mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....