Cegah OPT Meluas, Brigade Pala Diminta Aktif di Lapangan

  • 11 Sep 2026 17:35 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak mendorong Brigade Organisme Pengganggu Tumbuhan atau OPT Pala Tomandin memperkuat kemampuan deteksi dini terhadap berbagai ancaman yang dapat mengganggu kesehatan dan produktivitas tanaman pala.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan bimbingan, penguatan kapasitas dan pembinaan Brigade OPT yang digelar di Ruang Tomandin Dinas Perkebunan Fakfak, Jumat 11 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun sistem perlindungan tanaman perkebunan yang lebih efektif dengan melibatkan masyarakat secara langsung di tingkat lapangan.

Plt. Kepala Bidang Perlindungan Tanaman Dinas Perkebunan Fakfak, George Waruma, S.St, mengatakan Brigade OPT memiliki peran penting dalam melakukan pengamatan rutin terhadap kondisi tanaman pala di wilayah masing-masing.

“Kita tidak boleh menunggu serangan OPT menjadi besar baru kemudian bertindak. Kuncinya adalah pengamatan dan deteksi dini. Anggota Brigade harus memiliki kemampuan melihat perubahan kondisi tanaman, mengenali gejala serangan dan segera melaporkannya.” ujar George Waruma.

Menurut George, setiap temuan di lapangan harus dicatat dan segera dikoordinasikan dengan petugas teknis maupun penyuluh agar penanganannya dapat dilakukan secara tepat berdasarkan rekomendasi teknis.

Selain deteksi dini, Brigade juga diberikan pemahaman mengenai penerapan prinsip Pengendalian Hama Terpadu atau PHT dalam perlindungan tanaman pala. Penerapan PHT tidak hanya berorientasi pada tindakan pengendalian OPT, tetapi juga mencakup pencegahan, pemeliharaan kesehatan tanaman serta penggunaan metode pengendalian yang aman bagi manusia dan lingkungan.

Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, mengatakan perlindungan pala Tomandin harus menjadi gerakan bersama karena tanaman tersebut memiliki nilai ekonomi, sosial, budaya dan sejarah bagi masyarakat Fakfak.

“Pala Tomandin memiliki nilai ekonomi, sosial, budaya dan sejarah yang sangat penting bagi masyarakat Fakfak. Karena itu, menjaga tanaman pala bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama.” ungkap Widhi.

Widhi menjelaskan Brigade OPT dibentuk dengan prinsip sukarela dan bersifat nonstruktural. Keikutsertaan anggota dilandasi kepedulian terhadap keberlanjutan tanaman perkebunan, khususnya pala sebagai identitas masyarakat dan komoditas unggulan daerah.

Pembinaan juga diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan anggota mengenai perlindungan tanaman, pemeliharaan sarana dan prasarana pengendalian OPT serta membangun pola komunikasi antara Brigade, kelompok tani, petani pala dan petugas lapangan.

Melalui penguatan kapasitas tersebut, Pemerintah Kabupaten Fakfak berharap Brigade Pala Tomandin semakin mampu menjadi kekuatan masyarakat dalam deteksi dini, pencegahan dan pengendalian OPT, sehingga kesehatan, produktivitas dan keberlanjutan pala Tomandin tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....