Hilirisasi Pala Tomandin dan Peremajaan Kelapa Mulai Dimatangkan di Fakfak

  • 14 Sep 2026 08:00 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Fakfak, Papua Barat, memperkuat koordinasi untuk mempercepat program hilirisasi Pala Tomandin seluas 1.000 hektare serta peremajaan kelapa seluas 75 hektare. Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Barat, Dr. Abdul Syukur Syarif, S.P., M.P., bersama tim BBPMP Papua Barat dan BBPPT Ambon melakukan kunjungan ke Fakfak untuk melihat langsung kesiapan program sekaligus melakukan pemutakhiran data Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL).

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau penangkaran Pala Tomandin di Fakfak. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan sumber benih yang nantinya mendukung pelaksanaan program hilirisasi pala di tingkat petani.

Dr. Abdul Syukur Syarif mengatakan, proses pemutakhiran dan penginputan data perlu segera diselesaikan melalui aplikasi SIMLUHTAN dan e-Bamper. Kelengkapan dan validitas data dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung realisasi program hilirisasi Pala Tomandin.

“Kami berharap proses pemutakhiran dan penginputan data melalui SIMLUHTAN dan e-Bamper dapat segera diselesaikan, sehingga program dapat berjalan tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan,” ujar Dr. Abdul Syukur Syarif.

Sementara itu, perwakilan BBPPT Ambon, Titinurhaya, melakukan pemeriksaan terhadap penangkaran bibit Pala Tomandin. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi dan kesiapan bibit sebelum memasuki tahapan distribusi untuk mendukung program hilirisasi.

Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, S.T., M.T., memastikan Pemerintah Kabupaten Fakfak telah menyiapkan data serta lahan CPCL untuk program Pala Tomandin seluas 1.000 hektare. Pemkab juga menyiapkan CPCL untuk program peremajaan kelapa seluas 75 hektare.

“Untuk program pala seluas 1.000 hektare, kami sudah menyiapkan data dan lahan CPCL. Demikian juga untuk peremajaan kelapa seluas 75 hektare yang menjadi bagian dari kesiapan Kabupaten Fakfak,” kata Widhi Asmoro Jati.

Widhi mengimbau para petani pekebun untuk tetap bersabar menunggu proses realisasi program. Menurutnya, program tersebut merupakan program strategis dan prioritas pemerintah pusat sehingga seluruh tahapan pelaksanaannya harus mengikuti prosedur, mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Selain kesiapan administrasi dan teknis, kondisi musim kemarau yang sedang berlangsung di Fakfak juga menjadi perhatian. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kesiapan tanaman dan pelaksanaan kegiatan di lapangan, sehingga waktu pelaksanaan dapat disesuaikan dengan kalender musim tanam.

Pemerintah Kabupaten Fakfak memastikan koordinasi dengan pemerintah pusat akan terus dilakukan agar ketika seluruh tahapan terpenuhi dan kondisi musim mendukung, pelaksanaan program dapat segera direalisasikan.

Program hilirisasi Pala Tomandin seluas 1.000 hektare dan peremajaan kelapa 75 hektare diharapkan mampu meningkatkan produksi, kualitas, produktivitas dan nilai tambah komoditas perkebunan, sekaligus memperkuat kesejahteraan petani Fakfak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....