Pemkab Fakfak Perkuat Pascapanen Pala lewat Pengering UV

  • 29 Agt 2026 12:10 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak – Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan membangun 22 unit bangunan pengering UV untuk mendukung peningkatan kualitas komoditas pala Tomandin.

Pembangunan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menyediakan sarana penanganan pascapanen yang lebih layak bagi petani pekebun dan pelaku usaha pala.

Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., mengatakan pembangunan 22 unit pengering UV tahun ini bersumber dari anggaran Otonomi Khusus atau Otsus dan Dana Bagi Hasil atau DBH.

“Dari anggaran Otsus telah dibangun 20 unit, yakni delapan unit di Kampung Werfra, delapan unit di Kampung Kaburbur dan empat unit di wilayah kota yang peruntukannya jelas untuk OAP,” ujar Widhi.

Sementara melalui dana DBH, pemerintah membangun dua unit pengering UV bagi pelaku usaha non-OAP di wilayah kota. Masing-masing unit dibangun dengan nilai sekitar Rp9,5 juta.

Menurut Widhi, pembangunan fasilitas tersebut bukan sekadar menyediakan tempat pengeringan, tetapi menjadi bagian dari strategi memperbaiki penanganan pascapanen pala.

“Dengan adanya bangunan pengering UV, proses pengeringan fuli dapat dilakukan di dalam ruangan dengan kondisi yang lebih terkendali. Suhu di dalam ruang pengering lebih stabil sehingga proses pengeringan dapat berlangsung lebih baik dan tidak terlalu bergantung pada kondisi cuaca,” jelasnya.

Ia mengatakan fasilitas tersebut diharapkan mampu membantu petani dan pelaku usaha menjaga warna, kebersihan, aroma serta kualitas fuli pala selama proses pengeringan.

Pembangunan pengering UV juga menjadi bagian dari Program Strategis Pala Unggul yang diarahkan untuk membangun sistem pengembangan pala secara terpadu, mulai dari produksi, pemanenan, pascapanen, peningkatan mutu hingga pemasaran.

Widhi mengakui permintaan masyarakat terhadap fasilitas pengering UV cukup banyak, sementara kemampuan anggaran pemerintah masih terbatas.

“Pembangunan akan dilakukan secara bertahap dan prioritas sesuai SOP serta akan terus kita programkan, terutama melalui dukungan dana DBH, termasuk melihat kemungkinan dukungan dari PAD yang bersumber dari retribusi,” ungkapnya.

Ia berharap fasilitas yang telah tersedia dapat segera dimanfaatkan dan dirawat bersama oleh petani maupun pelaku usaha pala.

“Fasilitas yang sudah dibangun ini harus dimanfaatkan dan dijaga dengan baik. Mari kita gunakan fasilitas yang telah disediakan bersama-sama untuk menjaga mutu dan kualitas pala Fakfak,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....