Surah Maryam dan Kuasa di Luar Nalar
- 18 Feb 2026 11:43 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Dalam kehidupan tidak sedikit manusia yang merasa berada di titik buntu—ketika ikhtiar telah maksimal namun hasil belum terlihat. Pada momen itulah, menurut sejumlah ulama, kejutan dari Allah kerap hadir di luar jangkauan logika, pesan tersebut mengemuka dalam kajian keagamaan yang disampaikan Penghulu KUA Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, Khoiruman Azka Romadhon, dalam obrolan mutiara pagi RRI Entikong, Selasa 17 Februari 2026.
Khoiruman menjelaskan, Surah Maryam mengisahkan sejumlah peristiwa luar biasa yang secara nalar manusia tampak mustahil. Salah satunya adalah doa Nabi Zakaria yang telah lanjut usia dan istrinya yang divonis mandul, namun dikaruniai seorang putra, Nabi Yahya.
“Di titik ketika logika manusia mengatakan tidak mungkin, Allah menunjukkan kuasa-Nya,” ujarnya
Kisah tersebut, lanjutnya, menjadi pelajaran bahwa keterbatasan akal tidak membatasi kehendak Tuhan. Dalam Surah Maryam, doa Nabi Zakaria dipanjatkan dengan penuh harap dan kerendahan hati. Allah kemudian mengabulkan doa itu sebagai bukti bahwa harapan tidak pernah sia-sia selama disandarkan kepada-Nya.
Selain itu, Surah Maryam juga mengisahkan kelahiran Nabi Isa dari Maryam tanpa ayah. Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa kuasa Allah melampaui hukum sebab-akibat yang dipahami manusia.
“Jika Allah berkehendak, maka terjadilah. Inilah yang sering kali menjadi surprise terbesar dalam hidup seorang hamba,” kata Khoiruman.
Menurutnya, pesan spiritual dari Surah Maryam sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini yang kerap terjebak pada kecemasan akibat persoalan ekonomi, keluarga, maupun kesehatan. Ketika usaha telah dilakukan namun jalan terasa tertutup, umat Islam dianjurkan untuk memperkuat doa dan tawakal.
Khoiruman menambahkan, kejutan dari Allah bukan berarti datang tanpa ikhtiar. Ia menekankan pentingnya usaha maksimal yang dibarengi keyakinan penuh kepada Allah.
“Ikhtiar adalah bentuk tanggung jawab manusia, sedangkan hasil adalah hak prerogatif Allah,” katanya.
Ia berharap, masyarakat dapat menjadikan Surah Maryam sebagai sumber inspirasi dalam menghadapi persoalan hidup. Ketika logika mentok dan harapan tampak redup, keyakinan kepada kuasa Allah justru harus semakin menguat. Dari sanalah, menurutnya, kejutan-kejutan indah sering kali bermula.