Puasa Ramadan Jadi Sarana Meningkatkan Iman dan Ketakwaan
- 13 Mar 2026 06:11 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Dalam momentum bulan suci Ramadan 1447 Hijriah yang penuh dengan keberkahan, umat Islam diajak untuk kembali merenungkan tentang makna keimanan dan ketakwaan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Momentum ini juga menjadi waktu yang tepat bagi setiap umat Islam untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
"Jika kita tidak bertaqwa dan beriman kepada Allah SWT maka kita lebih hina dari hewan atau binatang," kata Penata Layanan Operasional KUA Kecamatan Parindu, Abusani dalam Obrolan Mutiara Pagi Islam RRI Sanggau, Jum'at 13 Maret 2026.
Menurut Abusani, dalam hal iman, manusia sering kali tidak konsisten dalam menerapkannya di kehidupan mereka sehari-hari, terutama pada saat datangya bulan suci ramadan seperti sekarang. Iman yang ada pada manusia sifatnya tidak stabil, terkadang naik dan terkadang turun, namun hal ini adalah sesuatu yang wajar dialami oleh setiap manusia yang memiliki banyak kelemahan serta kekurangan.
Disampaikannya, ibadah puasa harus dimaknai sebagai bentuk dimana bukan hanya sekedar menahan lapar dan dahaga semata, namun membentuk pribadi umat Islam yang bisa bertaqwa dan beriman kepada Allah SWT. Hal ini penting untuk dipahami bagi umat Islam agar bisa direnungkan terkait puasa yang dijalani sekarang, apakah sudah berkualitas dan membekas dalam kehidupan, atau justru hanya menjadi formalitas tanpa perubahan yang berarti.
"Penting bagi kita untuk merenungkan apakah puasa yang kita jalani sudah berkualitas dan membekas atau hanya formalitas," ujarnya.
Abusani mengatakan, perubahan-perubahan yang dimaksud adalah berkaitan dengan beberapa hal, seperti akhlak, ibadah dan hubungan dengan Allah SWT, hubungan dengan sesama manusia, serta hubungan dengan alam. Bahwa berpuasa adalah kewajiban bagi orang-orang yang beriman dan tujuan menjalankannya juga harus jelas, yaitu agar menjadi orang yang bertaqwa serta beriman kepada Allah SWT.
Lebih lanjut, Abusani mengingatkan kepada umat Islam yang saat ini sedang menjalankan ibadah puasa, bahwa puasa bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk memperbaiki kualitas iman dan taqwa kepada Allah SWT. Ia juga menyampaikan bahwa puasa hanya datangnya satu kali dalam setahun, jadi harus dijalani dengan penuh iman dan ketaqwaan, karena dibalik itu semua, akan diperoleh pahala yang besar dari Allah SWT.