Generasi Muda Didorong Memahami Zakat sebagai Gaya Hidup Sosial

  • 12 Mar 2026 22:06 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Zakat merupakan salah satu kewajiban dalam ajaran Islam yang tidak hanya berkaitan dengan ibadah kepada Tuhan, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun kepedulian sosial di tengah kehidupan masyarakat. Pemahaman mengenai makna, tujuan, serta manfaat zakat perlu terus ditanamkan kepada masyarakat, terutama generasi muda agar mereka tumbuh dengan kesadaran untuk saling membantu dan memperhatikan kondisi sosial di lingkungan sekitarnya.

"Kita harus bisa memaknai zakat agar bisa dipahami oleh anak muda," kata Direktur Masjid Kapal Munzalan, Ustad Abu Hasan dalam Obrolan Tanya Ustad di Bulan Ramadan Tauladan RRI Pro 2 Sanggau, Jum'at 13 Maret 2026.

Menurut Hasan, jika kita mengatakan bahwa zakat itu adalah lifestyle hidup, berarti kita harus menyadarkan dan mengajak generasi muda saat ini untuk bisa melek akan zakat dengan mengambil sisi sosialnya. Hal ini dikarenakan sejatinya zakat memiliki makna bahwa kita sekarang ini hidup di lingkungan masyarakat yang berbentuk sosial , dimana saling membutuhkan antara satu dan yang lainnya.

Dikatakannya, jika anak muda saat ini sudah menjadikan zakat sebagai lifestyle dalam kehidupannya, maka sejatinya mereka sedang membantu dan memikirkan kehidupan sosial yang ada disekitarnya. Zakat adalah salah satu rukun Islam yang wajib dilakukan oleh setiap umat yang mampu, dimana penerimanya juga tidak boleh sembarangan dan diperuntukan hanya kepada orang yang memang benar-benar membutuhkan bantuan.

"Zakat itu hal yang wajib dan penerimanya juga dikhususkan dan ini masuk rukun Islam, dengan kata lain adalah kewajiban," kata Hasan.

Terkait zakat dan sedekah kata Hasan, merupakan dua hal berbeda yang harus anak muda pahami, terutama berkaitan dengan sasaran penerima dari zakat dan juga sedekah yang akan diberikan. Untuk zakat, Hasan mengatakan bahwa ada delapan golongan yang berhak menerimanya, sedangkan untuk sedekah siapapun bisa menerimanya selagi yang memberikan sedekah ikhlas lahir dan batin.

Hasan menyebut bahwa anak muda juga harus mengerti tentang pendistribusian zakat yang harus dilakukan melalu amil dan ini merupakan hal penting yang tidak boleh dilewati oleh pemberi zakat. Sementara itu, untuk sedekah si pemberi bisa secara langsung memberikannya kepada siapapun yang ingin diberikan bantuan, dimana bentuknya tidak hanya materi, tetapi bisa juga perbuatan-perbuatan baik kepada sesama.

Rekomendasi Berita