Masuki 10 Hari Terakhir Ramadan, Karakter Asli dalam Beribadah Terlihat
- 11 Mar 2026 10:04 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Sepuluh hari terakhir Ramadan menjadi momentum yang sangat menentukan dalam perjalanan ibadah seorang muslim selama sebulan penuh. Pada fase ini, konsistensi ibadah sejak awal Ramadan hingga memasuki hari ke-20 akan terlihat jelas, sekaligus mencerminkan karakter dan kesungguhan seseorang dalam menjalani ibadah puasa.
Penyuluh Agama Islam Kecamatan Meliau, Rahmadhani Adiyatma, menjelaskan bahwa sepuluh hari terakhir Ramadan sejatinya menjadi ruang evaluasi spiritual bagi umat Islam. Menurutnya, dari periode inilah dapat dilihat apakah ibadah yang dilakukan sejak awal Ramadan benar-benar membentuk kebiasaan yang baik atau hanya bersifat sementara.
“Ketika kita ingin melihat apakah puasa dari hari pertama hingga hari ke-20 itu berhasil atau tidak, maka lihatlah bagaimana kita menjalani sepuluh hari terakhir Ramadan. Jika ibadah kita tetap terjaga bahkan semakin meningkat, itu menandakan bahwa proses ibadah di awal Ramadan berjalan dengan baik,” ungkap Rahmadhani dalam Obrolan Tauladan Pro 2 RRI Sanggau, Selasa, 10 Maret 2026.
Rahmadhani mengatakan bahwa ketakwaan bukanlah sesuatu yang hadir secara instan atau hanya tampak pada momen-momen tertentu saja. Ketakwaan merupakan karakter yang terbentuk dari kebiasaan ibadah yang dijaga secara konsisten dan dilakukan dengan penuh kesadaran.
“Takwa itu bukan baju sewaan yang hanya dipakai sesaat lalu dilepas kembali. Ia adalah karakter asli yang terbentuk dari kebiasaan ibadah yang terus dijaga dan dipelihara dengan sungguh-sungguh,” katanya.
Menurutnya, Ramadan sebenarnya merupakan masa latihan spiritual yang Allah berikan kepada umat Islam untuk membentuk kebiasaan baik. Selama satu bulan penuh, kata Rahmadhani umat Islam dilatih untuk menahan diri, menjaga ucapan, memperbanyak ibadah, serta mendekatkan diri kepada Allah.
“Ramadan bukan tentang siapa yang memulai dengan sempurna, tetapi siapa yang mampu menyelesaikannya dengan baik. Sepuluh hari terakhir ini adalah kesempatan terakhir untuk memperbaiki, menyempurnakan, dan menguatkan kembali amal ibadah kita,” jelasnya.
Rahmadhani berharap umat Islam dapat memanfaatkan sisa waktu Ramadan dengan meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak tadarus Al-Qur’an, memperbanyak doa, serta menjaga konsistensi amal kebaikan. Masyarakat diingatkan untuk tidak terlena dengan persiapan menjelang Lebaran sehingga melupakan momentum berharga di penghujung Ramadan, karena justru pada fase inilah peluang meraih keberkahan dan ampunan Allah terbuka sangat luas.