Efek Jangka Panjang Penggunaan Steroid Oral

  • 11 Jun 2025 15:20 WIB
  •  Entikong

KBRN, Entikong: Steroid oral atau kortikosteroid sistemik merupakan obat yang sering diresepkan untuk mengatasi berbagai kondisi peradangan, autoimun, atau alergi berat. Obat ini sangat efektif dalam meredakan gejala dalam waktu singkat. Namun, penggunaan jangka panjang steroid oral tanpa pengawasan medis dapat menimbulkan berbagai efek samping serius yang memengaruhi banyak sistem tubuh.

Salah satu efek jangka panjang yang paling umum adalah penekanan fungsi kelenjar adrenal. Tubuh secara alami memproduksi hormon kortisol, dan penggunaan steroid eksternal dalam jangka lama dapat menyebabkan tubuh berhenti memproduksinya sendiri. Hal ini dapat menyebabkan kondisi yang disebut insufisiensi adrenal, yang berbahaya dan dapat mengancam jiwa bila steroid dihentikan secara tiba-tiba.

Penggunaan steroid oral dalam waktu lama juga dapat menyebabkan gangguan metabolisme, seperti peningkatan kadar gula darah dan risiko diabetes tipe 2. Selain itu, steroid dapat menyebabkan penumpukan lemak di wajah dan tubuh bagian atas, disertai dengan pengecilan otot, yang dikenal dengan istilah sindrom Cushing. Gejala ini sering disertai dengan wajah membulat (moon face) dan peningkatan berat badan.

Tulang dan sendi juga tidak luput dari dampak negatif steroid. Penggunaan jangka panjang dapat mengurangi kepadatan tulang (osteoporosis), meningkatkan risiko patah tulang, dan menyebabkan kondisi yang disebut osteonekrosis, yaitu kematian jaringan tulang akibat kurangnya aliran darah. Sendi, terutama pinggul dan lutut, bisa menjadi rusak secara permanen.

Selain itu, steroid oral bisa berdampak pada kesehatan mental. Pengguna jangka panjang dapat mengalami perubahan suasana hati, gangguan tidur, mudah cemas, bahkan depresi atau psikosis pada beberapa kasus. Risiko infeksi juga meningkat karena steroid menekan sistem kekebalan tubuh, membuat tubuh lebih rentan terhadap bakteri, virus, dan jamur.

Karena efek sampingnya yang cukup berat, penggunaan steroid oral harus diawasi ketat oleh tenaga medis. Dosis dan durasi penggunaannya harus disesuaikan dengan kebutuhan, dan penghentian obat harus dilakukan secara bertahap untuk menghindari efek putus obat. Edukasi pasien sangat penting agar manfaat obat dapat diperoleh dengan risiko yang seminimal mungkin.

Rekomendasi Berita