Arungi Banjir, Kapolsek Beduai Pikul Peti Jenazah Warga
- 11 Jan 2026 12:27 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Sirine ambulans mengaung di Jalan Lintas Negara wilayah Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat pada Minggu, 11 Januari 2026 pagi. Ambulans yang membawa jenazah dua warga Desa Nekan, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau itu terhenti di bibir banjir yang melanda kawasan ini sejak Jumat kemarin.
Raungan sirine ambulans di ujung banjir itu telah memanggil empati Kapolsek Beduai, AKP Heri Triyana bersama personel Koramil dan warga setempat. Naluri mereka bergerak, memanggul jenazah ditengah banjir, menyeberangkan jasad tak berdaya itu bertemu keluarganya di rumah duka.
"Jenazahnya dari RSUD Mth. Djaman Sanggau mau dibawa pulang ke Entikong, tapi terhenti diwilayah kita, karena ambulans yang dari Sanggau tidak bisa lanjut mengantar akibat banjir. Jadi kita sama-sama memikulnya untuk diseberangkan," ungkap Kapolsek Beduai, AKP Heri Triyana.
Pagi ini, ada tiga titik banjir setinggi 1 hingga 1,5 meter yang merendam Jalan Lintas Negara di Kecamatan Beduai. Berbalut seragam cokelat Polri, perwira pertama Polisi itu memikul peti jenazah dibahunya.
"Ada tiga titik banjir yang kita lewati tadi. Yang cukup parah di Desa Bereng Berkawat, karena tinggi airnya mencapai 1,5 meter," ucapnya.
Memikul jenazah warga, apalagi yang tak dikenali sebelumnya, memang bukan tugas Polisi. Tapi ketika rasa kemanusiaan terketuk, apapun bisa dilakukan, termasuk memanggul tubuh yang ditunggu sanak kerabatnya itu.
"Jarak banjirnya itu cukup jauh, sekitar 250 meter satu titik, dari sini ke seberang sana ya. Jadi kita estafet-kan bawanya. Di titik pertama kita pikul, selanjutnya kita tuntun pakai rakit, terus kita pikul lagi sampai titik banjir terakhir. Di titik banjir terakhir, ada mobil penjemput yang menunggu, baru jenazahnya dibawa ke Entikong," ceritanya.
Mengayomi, melindungi setiap warga negara Indonesia, itu yang dilakukan para personel Polri di Beduai. Bukan hanya bagi mereka yang masih hidup ditengah terjangan banjir, tapi juga untuk jenazah yang dipikul pagi ini.
"Di rumah duka ada keluarga yang menunggu jenazah itu, tentu mereka sangat khawatir. Jadi, kita upayakan mengurangi beban duka keluarga yang ditinggalkan dengan membawa jenazahnya semampu kita. Mohon maaf agak lama bawa jenazahnya, karena memang kita lewati banjirnya jalan kaki," ujarnya.

Kapolsek Beduai, AKP. Heri Triyana bersama warga menandu peti jenazah warga Entikong ditengah banjir yang merendam Jalan Lintas Negara pada Minggu, 11 Januari 2026 (Foto: RRI/Safitri Syahlianti)
Polri Ada untuk Semua
Banjir yang menerjang kawasan perbatasan Kabupaten Sanggau dengan Malaysia telah merendam sedikitnya empat kecamatan. Banjir juga memutus akses transportasi dari Indonesia ke Malaysia dan sebaliknya.
Di Kecamatan Beduai, banjir menyebabkan ratusan kendaraan terhenti pergerakannya di Jalan Lintas Negara. Ribuan orang menunggu air surut, supaya dapat melanjutkan perjalanan kembali. Di sini, Polisi tanpa lelah menjaga mereka dijalur yang dilalui banjir.
"Itu kan banyak kendaraan yang tak bisa lewat dari kemarin, mereka (Polisi) jaga itu 24 jam bergiliran. Ada yang jaga di titik banjir, ada yang patroli keliling. Kan khawatir juga ada apa-apa keadaan banjir begini, jadi mereka patroli," tutur Yosafat Sudarso, Tokoh Masyarakat Beduai.
Dampak banjir kali ini cukup parah dirasakan warga perbatasan negeri. Air yang datang tidak hanya menghanyutkan asa, tapi juga memutus kebutuhan mereka. Berwaktu-waktu mereka hidup tanpa air bersih, tanpa penerangan, tanpa obat-obatan, bahkan tanpa pasokan makanan memadai.
Yosafat menuturkan, Polisi tidak hanya menjaga masyarakat dan kendaraan yang terjebak banjir. Korps Bhayangkara ini juga mengevakuasi warga yang rumahnya terendam banjir ke tempat aman.
"Kemarin mereka (Polsek Beduai) evakuasi ibu-ibu sama anaknya di Dusun Berinang di Muara Ilai. Rumah si ibu kena banjir, jadi dia mengungsi ke rumah keluarganya. Kita lapor sama Pak Kapolsek, terus Pak Kapolsek ke lokasi jemput (evakuasi) ibu-ibu sama anaknya itu," kata Yosafat.
Bantuan kemanusiaan juga digulirkan Polri untuk warga terdampak banjir di Beduai. Mereka membagikan makanan, memastikan lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil dan anak-anak dalam keadaan aman dan hangat.
"Pas bencana seperti ini kita rasakan betul kehadiran Polisi. Mereka tidak membedakan siapa kita, semuanya dibantu. Asal mereka tahu kesusahan kita, datang mereka ke sini membantu," sebutnya.

Personel Polsek Beduai bersama warga menaikan jenazah warga Entikong keatas rakit untuk diseberangkan melewati banjir yang merendam Jalan Lintas Negara pada Minggu, 11 Januari 2026 (Foto: RRI/Safitri Syahlianti)
Bergerak Demi Kemanusiaan
Tetes peluh menjadi saksi, betapa Polisi hadir ditengah duka 9.869 jiwa masyarakat tepi negeri yang terdampak banjir. Jerih lelah mereka abaikan demi menyalakan asa ribuan jiwa yang berharap pertolongan segera.
Kapolres Sanggau, AKBP Sudarsono mengatakan, Polri telah bersiap untuk melakukan penanganan-penanganan yang dibutuhkan masyarakat saat bencana datang. Maka, ketika banjir merendam kawasan perbatasan RI-Malaysia di Kabupaten Sanggau, sistem rayonisasi diintensifkan untuk membantu wilayah-wilayah terdampak.
"Personel kami disepanjang jalur banjir dimaksimalkan, mulai dari Entikong, Sekayam, Beduai hingga Kembayan. Mereka tidak bekerja per Polsek, tapi saling berkoordinasi, memastikan masyarakat mendapat penanganan pertama saat banjir datang. Termasuk mengirimkan logistik dan kebutuhan darurat masyarakat," jelas Kapolres.
Pergerakan Polisi dalam penanganan banjir bukan hanya dijalankan Polsek, namun juga Polres. Para personel Polri itu bergerak menyelamatkan korban bencana dengan upaya penuh dan peralatan yang dimiliki.
"Peralatan penanganan bencana kami turunkan semua untuk menyelamatkan korban, termasuk personel tambahan kami kirimkan dari Polres ke Polsek-Polsek yang wilayahnya terendam, termasuk logistik dan bantuan untuk kebutuhan masyarakat. Di tiap-tiap Mapolsek, kami juga sediakan tempat pengungsian sementara jika kondisi air makin tinggi. Ini supaya, kami bisa hadir untuk masyarakat, mengamankan dan membantu mereka," tutup Kapolres.