Kedai Kopi di Dekat Masjid, Strategi Cerdas Minimal Kopi Raih Pelanggan

  • 05 Mar 2026 11:21 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Menjalankan usaha kopi di bulan Ramadhan membutuhkan strategi tepat agar tetap diminati konsumen seperti pendekatan lokasi dan waktu yang cermat untuk menjangkau masyarakat. Perubahan pola aktivitas masyarakat menuntut strategi yang tepat agar usaha tetap berjalan optimal tanpa mengesampingkan nilai-nilai ibadah.

Hal inilah yang dilakukan oleh Umar Ramadhan, Owner Minimal Kopi Pontianak di tengah suasana Ramadhan yang identik dengan kebersamaan dan waktu berbuka dengan pendekatan strategis melalui pemilihan lokasi dan pengaturan jam operasional. Kedai ini berdiri di area yang berdekatan dengan masjid, sehingga mudah diakses warga yang beraktivitas menjelang waktu berbuka maupun setelah menunaikan salat tarawih.

“Kami sengaja membuka Minimal Kopi di dekat masjid agar mudah dijangkau masyarakat, terutama saat waktu berbuka. Posisi ini memudahkan pelanggan sekaligus memberi kesempatan kami untuk berbagi pengalaman kopi yang hangat,” ujarnya dalam Obrolan Berkah Ramadhan Pro 2 RRI Sanggau, Selasa 3 Maret 2026.

Menurut Umar, momen menjelang berbuka menjadi waktu yang potensial karena banyak warga berkumpul di sekitar masjid. Kehadiran kedai kopi di lokasi tersebut memberikan alternatif tempat singgah yang nyaman tanpa harus menjauh dari pusat aktivitas ibadah.

Tak hanya mengandalkan lokasi, Minimal Kopi kata Umar, juga menyesuaikan waktu operasional agar selaras dengan jadwal salat dan berbuka puasa. Kedai mulai beroperasi menjelang sore hingga malam hari, sehingga tidak mengganggu waktu ibadah dan tetap memberi ruang bagi pelanggan untuk menikmati suasana Ramadhan dengan tenang.

“Selain lokasi, waktu buka juga penting. Kami menyesuaikan jam operasional dengan jadwal salat dan berbuka, sehingga pelanggan dapat menikmati kopi sambil beribadah dengan tenang,” kata dia.

Strategi ini, lanjutnya terbukti efektif meningkatkan jumlah kunjungan. Setelah menunaikan ibadah, sebagian masyarakat memilih singgah untuk menikmati kopi atau membelinya sebagai teman berbincang bersama keluarga dan sahabat.

Umar mengakui bahwa memahami kebiasaan dan kebutuhan masyarakat selama Ramadhan menjadi kunci keberhasilan usaha. Baginya, strategi sederhana seperti pemilihan lokasi dan pengaturan waktu yang tepat dapat memberi dampak signifikan terhadap keberlangsungan bisnis.

“Strategi kami sederhana, tapi efektif, padahal dekat masjid dan jam buka menyesuaikan waktu berbuka menjadi kombinasi yang tepat. Dengan cara ini, Minimal Kopi bisa tetap hadir menemani masyarakat di bulan suci,” ucapnya.

Ia berharap pendekatan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lain, khususnya generasi muda, untuk jeli melihat peluang tanpa mengabaikan nilai sosial dan religius di lingkungan sekitar. Menurutnya, Ramadhan bukan hanya momentum spiritual, tetapi juga kesempatan untuk berinovasi secara bijak dan bermanfaat bagi masyarakat.

Rekomendasi Berita