Lunara Entikong Andalkan Promosi Personal di Daerah Perbatasan
- 20 Feb 2026 20:25 WIB
- Entikong
RRI.C.ID,Entikong - Seiiring pesatnya perkembangan promosi digital, pelaku usaha kafe di daerah perbatasan masih menghadapi tantangan tersendiri. Keterbatasan akses dan kondisi geografis membuat optimalisasi platform digital belum sepenuhnya maksimal.
Pemilik sekaligus barista Entikong, Gerardo Maristito, mengatakan strategi pemasaran digital tetap dijalankan meski dengan cara yang lebih sederhana. Hal ini dirasakan langsung oleh pengelola Cafe Lunara Entikong yang berlokasi di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia.
“Kami sadar promosi digital itu penting, tapi karena letak geografis di perbatasan, jangkauan dan respons pasar tidak seperti di kota besar,” Gerardo dalam obrolan ekonomi digital RRI Entikong, Jumat 20 Februari 2026.
Menurut Gerardo, Lunara lebih banyak memanfaatkan media sosial yang mudah diakses pelanggan setempat, yakni Instagram dan WhatsApp, akun Instagram digunakan untuk mengunggah menu, promo musiman, serta suasana kafe. Sementara WhatsApp dimanfaatkan untuk komunikasi langsung dengan pelanggan tetap, termasuk penyebaran informasi promo secara personal.
Ia menjelaskan, strategi promosi dilakukan dengan pendekatan yang lebih intim. Setiap unggahan di Instagram dibuat sederhana namun konsisten, sedangkan promosi melalui WhatsApp dikirim langsung ke pelanggan yang sudah mengenal kafe tersebut.
“Kami lebih banyak post secara personal, jadi memang mengandalkan kedekatan dengan pelanggan,” katanya.
Kondisi geografis Entikong sebagai daerah perbatasan membuat arus informasi dan tren digital tidak secepat kota besar. Selain itu, target pasar Lunara lebih banyak berasal dari masyarakat lokal dan pekerja lintas batas, sehingga promosi digital skala besar melalui platform berbayar belum menjadi prioritas utama.
Meski demikian, Gerardo menilai era digital tetap membuka peluang cuan bagi pelaku usaha di perbatasan. Dengan biaya promosi yang relatif rendah melalui media sosial, kafe tetap bisa menjaga eksistensi dan membangun loyalitas pelanggan.
“Yang penting konsisten dan tahu siapa target pasarnya,” ujarnya.
Ke depan, Gerardo berencana meningkatkan kualitas konten visual dan memperluas jangkauan promosi jika infrastruktur dan pasar memungkinkan. Gerardo optimistis, meski berada di wilayah perbatasan, peluang berkembang tetap terbuka selama pelaku usaha mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Strategi sederhana namun adaptif yang dijalankan Cafe Lunara Entikongkata Gerardo menunjukkan bahwa digitalisasi tidak selalu harus rumit atau mahal. Di tengah keterbatasan geografis, pendekatan personal justru menjadi kunci untuk tetap meraih cuan di era digital.