Perbedaan Ekonomi Digital dan Konvensional dalam Praktik Masyarakat

  • 18 Feb 2026 10:12 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Perbedaan antara ekonomi digital dan ekonomi konvensional dalam praktik di masyarakat semakin nyata seiring pesatnya pemanfaatan teknologi dalam aktivitas ekonomi sehari-hari. Dosen D3 Akuntansi Politeknik Negeri Pontianak PSDKU Kabupaten Sanggau, Muhammad Khairul Anam, dalam Obrolan Ekonomi Digital RRI Entikong, Jumat 13 Februari 2026, menjelaskan bahwa ekonomi digital menghadirkan cara baru dalam memproduksi, mendistribusikan, dan mengonsumsi barang serta jasa dengan memanfaatkan platform berbasis internet.

Menurut Anam, ekonomi digital memiliki keunggulan utama pada aspek skalabilitas dan kecepatan pertumbuhan. Melalui pemanfaatan teknologi, pelaku usaha dapat memperluas jangkauan pasar tanpa harus membuka cabang fisik, sehingga produk dan layanan bisa diakses masyarakat secara lebih luas dan cepat dibandingkan model ekonomi konvensional.

Dalam praktiknya, kata Anam, ekonomi digital banyak diterapkan melalui platform perdagangan elektronik, layanan transportasi berbasis aplikasi, hingga sistem pembayaran non-tunai. Pola ini memudahkan masyarakat dalam bertransaksi, menekan biaya operasional pelaku usaha, serta membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM yang sebelumnya memiliki keterbatasan modal dan akses pasar.

“Ekonomi digital memungkinkan satu produk atau layanan menjangkau ribuan bahkan jutaan pengguna dalam waktu singkat karena ditopang teknologi dan jaringan internet yang luas,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, berbeda dengan ekonomi digital, ekonomi konvensional cenderung tumbuh secara linear karena bergantung pada keberadaan fisik usaha, tenaga kerja, dan infrastruktur yang terbatas pada lokasi tertentu. Pertumbuhan usaha dalam sistem konvensional umumnya memerlukan pembukaan cabang baru, penambahan aset fisik, serta proses distribusi yang memakan waktu lebih lama.

Meskipun demikian, kata Anam, ekonomi konvensional masih memiliki peran penting di masyarakat, terutama pada sektor-sektor yang membutuhkan interaksi langsung dan pelayanan tatap muka. Oleh karena itu, sinergi antara ekonomi digital dan ekonomi konvensional dinilai penting agar transformasi ekonomi dapat berjalan inklusif dan merata, khususnya di daerah.

“Masyarakat dan pelaku usaha perlu memahami perbedaan karakter kedua model ekonomi ini agar dapat beradaptasi dengan perubahan zaman, memanfaatkan peluang ekonomi digital, sekaligus tetap memperkuat fondasi ekonomi konvensional,” kata dia.

Rekomendasi Berita