Program Magang Tingkatkan Kesiapan Pra Jabatan Mahasiswa

  • 18 Feb 2026 09:33 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID,Entikong - Pendidikan menjadi kunci dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi era ekonomi digital. Melalui program pendidikan formal dan praktik, mahasiswa dibekali kemampuan teknis dan literasi digital untuk menghadapi tantangan dunia kerja modern.

Muhammad Khairul Anam, Dosen D3 Akuntasi Politeknik Negeri Pontianak PSDKU Sanggau menekankan bahwa program magang membantu mahasiswa memahami dinamika bisnis digital. Salah satunya program magang sejak masa pra-jabatan dianggap strategis untuk menyiapkan pengalaman nyata sebelum terjun ke industri.

“Melalui magang, mahasiswa bisa langsung praktik menggunakan aplikasi digital, seperti kasir digital dan software akuntansi, sehingga lebih siap saat bekerja,” ujar Khairul dalam obrolan Ekonomi Digital RRI Entikong, Jumat 13 Februari 2026.

Era digital menghadirkan tantangan baru bagi pendidikan akuntansi dan bisnis, penguasaan alat praktik berbasis teknologi, termasuk aplikasi kasir digital dan platform manajemen bisnis.

"Literasi digital mulai dilatih sejak sedini mungkin, kurikulum pendidikan kini memasukkan materi penggunaan aplikasi digital, pengelolaan data, dan keamanan siber agar mahasiswa tidak hanya paham teori, tetapi juga mahir praktik," kata dia.

Lebih lanjut disampaikannya, konten digital juga menjadi fokus dalam pembelajaran ekonomi modern, Mahasiswa didorong untuk membuat konten positif yang bisa mendukung kegiatan bisnis, seperti promosi produk, edukasi keuangan, hingga strategi pemasaran online. Langkah ini sekaligus mengasah kreativitas sekaligus kemampuan literasi digital.

Menurut Khairul program magang yang terstruktur memungkinkan mahasiswa belajar langsung dari praktik industri, mulai dari pengelolaan transaksi, pencatatan keuangan digital, hingga analisis data bisnis. Pengalaman ini mempercepat adaptasi mereka ketika memasuki dunia kerja sesungguhnya.

Selain itu, dukungan institusi pendidikan dalam menyediakan fasilitas dan pembimbingan yang memadai dianggap penting. Dengan bimbingan dosen dan mentor industri, mahasiswa lebih percaya diri menghadapi tantangan digitalisasi ekonomi.

Khairul menegaskan bahwa sinergi antara pendidikan, praktik magang, dan pengembangan literasi digital menjadi fondasi utama mencetak tenaga kerja siap menghadapi ekonomi digital. Ia meyakini fondasi ini kuat, mahasiswa tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu berinovasi dan berwirausaha di era digital.

Rekomendasi Berita