Kentongan Siaga Percepat Informasi Peringatan Bencana
- 11 Mar 2026 21:21 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana terus dilakukan melalui berbagai pendekatan, termasuk pemanfaatan sistem peringatan dini berbasis masyarakat. Salah satu konsep yang dikenalkan adalah kentongan siaga yang memadukan komunikasi tradisional dan modern untuk mempercepat penyampaian informasi bencana.
Analis Mitigasi Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau, Apriati mengungkapkan konsep kentongan siaga merupakan salah satu bentuk sistem peringatan dini yang melibatkan masyarakat secara langsung. Menurutnya pendekatan ini bertujuan agar informasi bencana dapat tersampaikan dengan cepat sehingga masyarakat dapat segera mengambil tindakan.
“Konsep kentongan siaga adalah penggunaan alat komunikasi tradisional yang digunakan sebagai sistem peringatan dini berbasis masyarakat, pada konteks modern, kentongan juga dapat dimaknai sebagai penyampaian informasi kepada masyarakat melalui media seperti radio,” kata Apriati dalam program Obrolan Kentongan RRI Sanggau, Selasa 10 Maret 2026.
Apriati menjelaskan secara tradisional kentongan merupakan alat komunikasi yang terbuat dari bambu atau kayu berongga yang dipukul dengan pola tertentu untuk memanggil warga berkumpul. Pola komunikasi sederhana tersebut menjadi simbol kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.
“Di masyarakat, kentongan memiliki kode tertentu yang digunakan untuk memberi tanda kepada warga agar segera berkumpul ketika terjadi sesuatu. Prinsip komunikasi cepat seperti inilah yang kemudian diadaptasi dalam konsep peringatan dini bencana,” jelasnya.
Ia mengatakan perkembangan teknologi membuat konsep kentongan tidak lagi terbatas pada alat tradisional. Informasi peringatan dini kini dapat disampaikan melalui berbagai media komunikasi, termasuk radio yang mampu menjangkau masyarakat secara luas.
“Melalui siaran RRI, informasi terkait potensi bencana dapat disampaikan lebih cepat kepada masyarakat. Dengan begitu masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan bencana,” ujarnya.
Apriati berharap konsep kentongan siaga dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Dengan kesiapsiagaan yang baik, dampak bencana diharapkan dapat diminimalkan.