Kulit Gosong, tapi Hati Senang: Ternyata Healing ke Laut Punya Banyak Manfaat
- 17 Jul 2026 20:00 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Pernah merasa tubuh dan pikiran lebih ringan setelah liburan ke pantai? Meski kulit menjadi lebih gelap akibat paparan sinar matahari, banyak orang justru merasa lebih bahagia, tidur lebih nyenyak, dan lebih rileks setelah menghabiskan waktu di dekat laut. Fenomena tersebut bukan hanya sekadar perasaan. Berada di lingkungan alami seperti pantai dan kawasan pesisir diketahui dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan mental. Suasana laut, suara ombak, udara terbuka, hingga aktivitas santai selama liburan dapat membantu seseorang melepaskan diri sejenak dari tekanan rutinitas sehari-hari.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Health & Place oleh White dan rekan-rekan pada 2020 menjelaskan bahwa lingkungan perairan atau blue space memiliki kaitan dengan peningkatan kesejahteraan mental. Paparan terhadap ruang alami seperti pantai dan laut dapat membantu menurunkan tingkat stres serta meningkatkan suasana hati. Ketika seseorang mengalami stres berkepanjangan, tubuh akan meningkatkan produksi hormon kortisol yang berperan dalam respons terhadap tekanan. Jika stres mulai berkurang, tubuh memiliki kesempatan untuk kembali menjaga keseimbangan, termasuk dalam hal kualitas tidur, energi, dan kondisi emosional.
Sebagian orang mungkin pernah merasa kulit wajah terlihat lebih segar setelah liburan. Namun, kondisi tersebut tidak selalu disebabkan oleh air laut. Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi perubahan kondisi kulit selama liburan, seperti berkurangnya stres, tidur yang lebih cukup, meningkatnya aktivitas fisik, serta lebih banyak menghabiskan waktu di luar ruangan. Stres yang tinggi diketahui dapat berpengaruh terhadap kesehatan kulit. Perubahan hormon akibat stres dapat memicu respons peradangan yang pada sebagian orang dapat memperburuk kondisi kulit. Karena itu, ketika tubuh lebih rileks, kulit juga dapat terlihat lebih sehat.
Meski memiliki banyak manfaat bagi kesehatan mental, aktivitas di pantai tetap perlu dilakukan dengan bijak. Kulit yang berubah menjadi lebih gelap setelah berlibur merupakan respons tubuh terhadap paparan sinar ultraviolet (UV). Paparan sinar UV yang berlebihan dapat meningkatkan risiko kulit terbakar, penuaan dini, hingga gangguan kesehatan kulit. Karena itu, penggunaan tabir surya tetap penting saat melakukan aktivitas di luar ruangan. Selain menggunakan sunscreen dengan perlindungan yang sesuai, masyarakat juga disarankan menggunakan pelindung tambahan seperti topi, pakaian nyaman, serta menghindari paparan matahari terlalu lama saat intensitas UV tinggi.
Pada akhirnya, healing bukan hanya tentang pergi ke tempat wisata tertentu atau menghabiskan banyak biaya. Memberikan waktu bagi diri sendiri untuk beristirahat, menikmati alam, melakukan aktivitas yang menyenangkan, dan menjauh sejenak dari tekanan rutinitas juga menjadi bagian dari menjaga kesehatan mental. Jadi, jika setelah liburan ke laut seseorang merasa lebih bahagia, pikiran lebih tenang, atau tubuh terasa lebih segar, hal tersebut dapat dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor, mulai dari lingkungan alami, aktivitas fisik, hingga berkurangnya stres. Laut mungkin tidak menyelesaikan semua masalah, tetapi memberi ruang untuk berhenti sejenak dan memulihkan energi bisa menjadi langkah sederhana untuk menjaga keseimbangan diri.
Baca juga: Mengenal Magnesium, Mineral Penting yang Berperan dalam Kualitas Tidur
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....