Insiden Pemukulan Driver, Wisatawan Soroti Monopoli Transportasi di Mandalika
- 14 Jul 2026 14:37 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Dugaan pemukulan terhadap seorang pengemudi Bluebird di kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, mendapat perhatian dari konsumen. Salah seorang pengguna jasa Bluebird, Sandy Siregar, mengaku menyaksikan langsung adanya tekanan terhadap pengemudi Bluebird saat melayani penumpang selama pelaksanaan ajang Pocari Run di Mandalika.
Sandy menuturkan, dirinya bersama suami dan anak menginap di Hotel Pullman sebagai peserta Pocari Run. Saat mengambil race pack di Sirkuit Mandalika, ia memperoleh informasi dari petugas Bluebird bahwa armada taksi tersebut dapat melayani penumpang selama berlangsungnya kegiatan karena menjadi bagian dari layanan transportasi pada event tersebut.
"Saya menggunakan Bluebird dari sirkuit menuju Pullman dan tidak ada masalah. Namun keesokan harinya, ketika saya kembali memesan Bluebird, sopirnya langsung didatangi petugas keamanan hotel. Saya sampai marah dan melindungi sopir karena saya yang memanggilnya," ujar Sandy, Selasa 14 Juli 2026.
Setelah berpindah menginap ke Hotel Novotel, Sandy kembali memesan Bluebird untuk mengantar anaknya ke Bandara Internasional Lombok. Namun, menurutnya, pengemudi yang datang tampak ketakutan dan segera meninggalkan lokasi.
"Dia menelepon saya dan mengatakan tidak bisa lama-lama berada di sana, lalu pergi. Tidak lama kemudian saya mengetahui telah terjadi insiden yang tidak mengenakkan terhadap sopir tersebut," katanya.
Sandy menilai pengalaman itu menunjukkan masih adanya persoalan serius dalam pengelolaan transportasi di kawasan wisata Mandalika. Ia mengaku heran mengapa armada transportasi tertentu tidak dapat beroperasi secara bebas meski melayani permintaan langsung dari konsumen.
Menurutnya, wisatawan justru dirugikan karena pilihan transportasi menjadi terbatas sehingga tarif yang dibayar jauh lebih mahal.
"Saya merasa harga transportasi di kawasan itu sangat mahal. Anak saya yang pernah tinggal di London bahkan mengatakan ongkos di sini lebih mahal daripada di London," ujarnya.
Sandy berharap pemerintah daerah, pengelola KEK Mandalika, dan aparat terkait segera menata sistem transportasi di kawasan wisata tersebut agar tercipta persaingan usaha yang sehat serta memberikan rasa aman bagi wisatawan maupun pengemudi.
"Kalau Lombok ingin maju sebagai destinasi wisata, transportasinya harus diatur dengan baik. Wisatawan harus bebas memilih moda transportasi tanpa ada intimidasi atau monopoli," tegasnya.
Sebelumnya, Ketua Serikat Pekerja Bluebird Pool Lombok, Yaumul Bahri, menyampaikan dugaan pengeroyokan terhadap salah seorang pengemudi Bluebird terjadi saat mengantar penumpang di kawasan KEK Mandalika pada rangkaian kegiatan Pocari Run. Korban, Ridwan Daeng Djenawa, dilaporkan mengalami kekerasan yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum pelaku jasa transportasi setempat.
Serikat pekerja mengecam tindakan tersebut dan meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus itu serta menjamin keamanan seluruh pengemudi angkutan umum yang beroperasi secara sah di kawasan Mandalika. Hingga berita ini diturunkan, proses penanganan kasus masih berlangsung dan pihak kepolisian diharapkan dapat mengungkap pelaku serta motif dugaan penganiayaan tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....