Seniman ISI Surakarta MenghadirkanKemegahan Budaya Lokal di Fulan Fehan
- 14 Jul 2026 18:25 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Festival Fulan Fehan IV Tahun 2026 kembali menghadirkan kemegahan budaya dari perbatasan Indonesia dengan sentuhan artistik yang memukau penonton. Pagelaran seni yang dilaksanakan di kawasan Padang Fulan Fehan tersebut sukses menyedot perhatian ribuan pasang mata masyarakat luas.
Penyelenggaraan festival akbar tahun ini secara khusus menggandeng Eko Supriyanto yang merupakan seniman sekaligus sutradara Institut Seni Indonesia Surakarta. Kehadiran tokoh seni tingkat nasional tersebut diharapkan mampu memberikan warna baru yang lebih segar bagi perkembangan kebudayaan lokal.
Sutradara kondang tersebut menghadirkan sebuah karya seni tari kolosal sarat makna tentang persahabatan, budaya, dan identitas masyarakat Rai Belu. Melalui garapan yang matang, pesan-pesan perdamaian di wilayah perbatasan negara dapat disampaikan secara indah melalui bahasa gerak tubuh.
Dengarkan Juga : Wawancara Bersama Sutradara Festival Fulan Fehan
Festival budaya ini menjadi bukti nyata bahwa seni mampu menyatukan ribuan orang dalam semangat kebersamaan yang kokoh. Perbedaan latar belakang sosial tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk berbaur menjadi satu dalam menikmati sajian seni tersebut.
Ajang tahunan ini juga berhasil mengangkat kekayaan kebudayaan lokal masyarakat perbatasan ke atas panggung dunia yang lebih terhormat. Apresiasi yang tinggi dari para tamu undangan internasional membuktikan bahwa kualitas kesenian daerah memiliki daya saing global.
Proses kreatif perancangan tarian kolosal ini melibatkan setidaknya tiga ribu sembilan ratus penari dari berbagai kalangan instansi pendidikan. Para pelajar tingkat sekolah menengah pertama hingga atas dilibatkan secara aktif guna memupuk rasa cinta kepada warisan leluhur.
Tim pelatih dari ISI Surakarta telah melakukan persiapan intensif selama tiga minggu dengan membagi wilayah latihan ke dalam enam zona. Pengondisian area yang terstruktur tersebut memudahkan proses penyelarasan gerakan tari likurai sebelum ditampilkan pada hari puncak acara.
Pihak panitia juga turut menghadirkan delegasi penari dari negara tetangga Timor Leste untuk memperkuat pesan persahabatan antar-negara. Kolaborasi seni lintas batas ini diharapkan dapat terus berjalan secara berkesinambungan demi menjaga stabilitas hubungan bilateral yang harmonis. (AN)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....