Bellae Jadi Destinasi Wisata Budaya Berbasis Warisan Prasejarah Nusantara
- 14 Jul 2026 08:14 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Pariwisata budaya merupakan salah satu bentuk pengembangan sektor pariwisata yang memanfaatkan berbagai sumber daya budaya sebagai daya tarik wisata. Dalam perspektif pariwisata, seluruh potensi yang dimiliki suatu daerah, baik sumber daya alam, sumber daya budaya, maupun sumber daya manusia, dapat dikembangkan menjadi produk wisata yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Dosen Prodi Pariwisata FIB Unhas Rafika Hayati, S.ST.Par., M.Par dalam Obrolan Apresiasi Budaya Lokal Pro4 RRI Makassar pada hari Minggu, 12 Juli 2026, menjelaskan dalam konteks pariwisata budaya, berbagai warisan hasil cipta manusia seperti tinggalan arkeologis, situs sejarah, bangunan bersejarah, hingga kawasan budaya dapat dikemas sebagai destinasi wisata. Namun, daya tariknya tidak hanya terletak pada nilai sejarah semata, melainkan juga pada keterkaitan antara manusia dengan tempat-tempat tersebut yang melahirkan beragam kisah dan perjalanan kehidupan.
"Faktor utama yang menarik wisatawan untuk datang melakukan pariwisata budaya adalah cerita yang ada di balik sebuah tempat. Pengunjung dapat menemukan perspektif baru, kisah-kisah yang berbeda dari kehidupan sehari-hari, serta memahami budaya yang berkembang di suatu kawasan." jelas Rafika.
Salah satu destinasi yang dinilai memiliki potensi besar sebagai tujuan wisata budaya adalah Kawasan Prasejarah Bellae. Kawasan ini merupakan bagian dari Geopark Maros-Pangkep yang membentang dari Kabupaten Maros hingga Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).
Rafika menjelaskan bahwa selama ini masyarakat lebih banyak mengenal kawasan Rammang-Rammang sebagai bagian dari Geopark Maros-Pangkep. Padahal, Kawasan Prasejarah Bellae juga termasuk dalam kawasan geopark tersebut dan lokasinya berada tidak jauh dari perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep. Untuk mencapai kawasan tersebut, pengunjung tidak perlu menggunakan perahu. Akses menuju lokasi dapat ditempuh melalui jalur darat dengan kondisi jalan yang cukup baik.
"Saya pernah membawa mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Unhas untuk praktikum di Kawasan Prasejarah Bellae. Perjalanan menggunakan bus dari kampus hanya memakan waktu sekitar satu jam lebih karena berangkat pada pagi hari. Meskipun jalan menuju kawasan tersebut relatif sempit untuk kendaraan besar, bus masih dapat melintas dengan aman," ungkap Rafika.
Rafika menambahkan, akses menuju kawasan tersebut sangat memungkinkan bagi rombongan kecil maupun wisatawan individu. Infrastruktur jalan juga dinilai memadai sehingga memudahkan perjalanan menuju lokasi. Selain didukung aksesibilitas yang baik, kawasan ini menawarkan beragam potensi wisata yang dapat dinikmati pengunjung, mulai dari keindahan bentang alam, kekayaan budaya masyarakat setempat, hingga nilai edukasi yang dimiliki setiap destinasi.
“Sesampainya di Kawasan Prasejarah Bellae, pengunjung akan disuguhi pemandangan lembah yang dikelilingi bentang alam karst yang megah. Di kawasan tersebut juga terdapat pemukiman masyarakat yang berdampingan dengan sejumlah gua prasejarah. Gua-gua tersebut menyimpan berbagai tinggalan arkeologis yang menjadi bukti kehidupan manusia prasejarah, sehingga memberikan pengalaman wisata yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga nilai sejarah, budaya, dan edukasi yang tinggi”, tutup Rafika.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....