Mengapa Masakan Tradisional Tetap Dicari Turis Asing

  • 30 Jun 2026 12:59 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • wisata ntb
  • budaya

rri.co.id-Mataram: Masih bareng saya, Dika Swara. Sahabat RRI, perjalanan kita di Selong Selo Resort masih berlanjut. Setelah sebelumnya melihat bagaimana Ayam Taliwang disiapkan sebagai salah satu menu favorit wisatawan mancanegara, kali ini saya kembali penasaran dengan satu hal. Di tengah banyaknya pilihan makanan dari berbagai negara yang tersedia di resort bertaraf internasional ini, mengapa justru masakan tradisional Indonesia masih menjadi pilihan utama para tamu asing. Pertanyaan itu kemudian saya bawa langsung ke dapur dan saya ajukan kepada Chef Radit, yang setiap hari berhadapan langsung dengan wisatawan dari berbagai belahan dunia.

Chef Radit menjelaskan bahwa sebagian besar tamu asing datang ke Lombok bukan untuk mencari makanan yang sama seperti di negara mereka. Justru mereka ingin mencoba sesuatu yang benar-benar baru dan hanya bisa ditemukan di Pulau Lombok. "Kalau mereka sudah sampai di sini, mereka pasti ingin merasakan makanan khas Lombok. Mereka ingin menikmati pengalaman yang autentik, bukan makanan yang bisa mereka dapatkan di tempat lain," ujar Chef Radit. Dari penjelasannya, saya semakin memahami bahwa kuliner ternyata menjadi salah satu alasan yang membuat sebuah perjalanan terasa lebih berkesan.

Saat melihat proses memasak di dapur, saya juga menyadari bahwa hampir semua bumbu masih diolah dengan cara tradisional. Ulekan batu masih digunakan untuk menghaluskan cabai, bawang, dan berbagai rempah pilihan. Saya pun bertanya mengapa cara ini tetap dipertahankan di tengah kemajuan teknologi dapur modern. Chef Radit mengatakan bahwa proses tradisional justru menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan. "Mereka sering melihat kami mengulek bumbu, lalu bertanya kenapa tidak menggunakan blender. Setelah kami jelaskan, mereka jadi tahu kalau cara ini menghasilkan aroma dan cita rasa yang lebih autentik," jelasnya.

Obrolan kami semakin menarik ketika membahas soal karakter rasa makanan Indonesia yang terkenal kaya rempah. Saya sempat bertanya apakah wisatawan asing bisa langsung menikmati rasa yang cukup kuat tersebut. Chef Radit mengaku memang ada sedikit penyesuaian, terutama pada tingkat kepedasan. Namun menurutnya, penyesuaian itu hanya untuk membuat tamu lebih nyaman menikmati hidangan tanpa menghilangkan identitas masakan Lombok. "Resepnya tetap sama, bumbu tetap lengkap. Kami hanya mengurangi rasa yang terlalu kuat supaya tamu asing bisa menikmati setiap rempah yang ada," katanya.

Tidak jauh dari tempat kami berbincang, saya kemudian menghampiri Chef Cipto yang sedang menyiapkan aneka kue tradisional. Menurut Chef Cipto, rasa penasaran wisatawan terhadap makanan lokal biasanya tidak berhenti pada satu menu saja. "Awalnya mereka mencoba Ayam Taliwang. Setelah itu mereka mulai bertanya makanan khas apa lagi yang ada di Lombok. Dari situ mereka mencoba nasi balap, sate rembiga, bebalung, sampai kue-kue tradisional," tuturnya. Baginya, rasa ingin tahu para wisatawan merupakan kesempatan emas untuk memperkenalkan kekayaan kuliner daerah kepada dunia.

Chef Cipto juga mengatakan bahwa wisatawan asing ternyata sangat menyukai cerita di balik setiap hidangan yang mereka santap. Mereka ingin mengetahui bahan-bahan yang digunakan, asal-usul makanan tersebut, hingga filosofi yang terkandung di dalamnya. "Ketika kami menjelaskan bahwa makanan ini adalah warisan budaya masyarakat Lombok yang sudah ada sejak lama, mereka jadi semakin menghargai apa yang sedang mereka makan," ungkap Chef Cipto. Menurut saya, inilah yang membuat makanan tradisional memiliki nilai lebih dibanding sekadar hidangan biasa. Ada cerita, ada sejarah, dan ada identitas yang ikut tersaji dalam setiap piring.

Dari perbincangan hari ini saya semakin yakin bahwa masakan tradisional Indonesia memiliki kekuatan yang luar biasa. Wisatawan asing tidak hanya datang untuk menikmati keindahan alam Lombok, tetapi juga ingin mengenal budaya melalui cita rasa yang disajikan. Keaslian resep, penggunaan bahan-bahan lokal, proses memasak yang masih mempertahankan tradisi, hingga cerita yang menyertai setiap hidangan menjadi alasan mengapa makanan tradisional tetap dicari oleh wisatawan dari berbagai negara. Saya Dika Swara, akan kembali mengajak Sahabat RRI menjelajahi kisah-kisah menarik lainnya dari Selong Selo Resort. Tetap bersama kami dalam obrolan budaya berikutnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....