Museum KAA Bandung Terbuka Bagi Difabel dan Lansia
- 18 Mei 2026 22:05 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - DILANS Indonesia bersama hampir 130 peserta penyandang disabilitas, lansia, pendamping, relawan, dan komunitas kemarin mengunjungi Museum Konferensi Asia–Afrika (Museum KAA). Mereka kesana melalui program #Tour4DILANS.
Kunjungan ini bukan sekadar wisata museum, tetapi bagian dari upaya mendorong ruang publik dan ruang pengetahuan yang lebih inklusif. Yaitu bagi semua warga, termasuk kelompok rentan yang selama ini sering terpinggirkan dari pengalaman wisata dan budaya.
Museum KAA memiliki makna sejarah penting bagi Asia dan Afrika. Setelah 71 tahun Konferensi Asia–Afrika, ruang ini kembali menghidupkan semangat solidaritas dan kesetaraan dengan membuka akses yang lebih luas bagi warga DILANS.
Presiden DILANS Indonesia, Farhan Helmy, menyampaikan apresiasi kepada pengelola dan seluruh staf Museum KAA. Yaitu atas dukungan dan keterbukaan dalam memfasilitasi kunjungan ini.
“Ini bukan hanya tentang mengunjungi museum, tetapi memastikan bahwa sejarah, pengetahuan, dan ruang publik dapat diakses dan dirasakan. Yaitu oleh semua orang, termasuk penyandang disabilitas dan lansia,” ujarnya, Senin 18 Mei 2026.
Melalui Tour4DILANS, DILANS Indonesia terus mendorong ekosistem wisata dan ruang publik yang lebih inklusif di Kota Bandung. Karena ruang publik benar-benar menjadi milik publik ketika semua orang dapat mengakses dan mengalaminya secara bermartabat.
Museum konverensi Asia Afrika Bandung sarat akan makna perjuangan negeri. Terutama dalm bidang intelektual strategis bangsa pada masa penjajahan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....