Mengapa Edelweis Bebas Dijual di Gunung Bromo

  • 18 Mei 2026 08:33 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Bunga edelweis atau yang dikenal sebagai bunga keabadian merupakan tanaman yang dilindungi oleh negara. Namun, di kawasan wisata Gunung Bromo, bunga ini justru dapat ditemukan dan diperjualbelikan secara bebas. Fenomena tersebut kerap menimbulkan pertanyaan di kalangan wisatawan.

“Kalau di Rinjani mana boleh kita bawa edelweis, kok di sini banyak ya, dan warna-warni juga,” ujar Putri, wisatawan asal Lombok yang baru kembali dari liburan di Bromo, Minggu 18 Mei 2026.

Edelweis merupakan bunga yang tumbuh di wilayah pegunungan dengan ketinggian sekitar 1.800 meter di atas permukaan laut. Karena keindahan dan kelangkaannya, bunga ini sering diburu untuk dijadikan cendera mata. Pemerintah pun menetapkan edelweis sebagai tanaman yang dilindungi guna menjaga kelestariannya.

Larangan memetik edelweis di alam liar diatur dalam Pasal 40 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. Setiap orang yang dengan sengaja mencabut atau mengambil bunga edelweis liar dapat dikenakan sanksi pidana penjara paling lama lima tahun dan denda maksimal Rp100 juta.

Namun, ketentuan tersebut tidak sepenuhnya berlaku pada bunga edelweis yang dijual di kawasan Gunung Bromo. Pasalnya, edelweis yang diperjualbelikan di kawasan tersebut bukan berasal dari alam liar, melainkan hasil budidaya masyarakat setempat.

Hal itu terungkap dari sebuah video yang diunggah akun TikTok @smartway.id, yang memperlihatkan penjual bunga edelweis dengan berbagai warna di kawasan wisata Bromo. Dalam penjelasannya, penjual menyebutkan bahwa bunga edelweis yang dijual merupakan hasil budidaya, bukan dipetik langsung dari alam.

“Kata penjual edelweis di Bromo, kalau yang asli edelweis kan ada undang-undangnya dan tidak boleh dipetik sembarangan. Jadi tidak semua bunga edelweis di gunung bisa dijual. Untuk yang di Bromo ini sudah dibudidayakan,” jelas Putri lagi.

Ia menjelaskan, budidaya edelweis tersebut dilakukan oleh puluhan warga setempat sebagai salah satu sumber penghasilan masyarakat di kawasan wisata.

“Yang membudidayakan bukan satu atau dua orang saja, banyak,” ujar penjual edelweis saat ditanya Putri.

Keberadaan edelweis budidaya ini pun menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....