Menelisik Makna Sabar dan Ikhtiar dalam Menghadapi Bencana
- 19 Jan 2026 10:39 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Dibalik terjadinya musibah menyimpan derita dan kehilangan, namun, musibah juga menjadi momentum besar untuk bangkit dan memperkuat iman. Seringkali kita terjebak dalam pertanyaan, “apakah ini azab atau ujian?”
Ustadz Hadi Irfandi, Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Tarbiyah UIN Ar-Raniry Banda Aceh mengatakan bahwa menentukan jenis musibah bukan ranah manusia, melainkan kekuasaan Allah. “Menentukan jenis musibah adalah wilayah kekuasaan Allah SWT. Bagi manusia, cara terbaik memandangnya adalah sebagai teguran yang penuh kasih sayang,” ujarnya dalam dialog bersama Pro 1 Banda Aceh, Jumat (26/12/2025).
Dalam menghadapi musibah diperlukan sabar dan ikhtiar. Sabar bukan berarti pasif, melainkan sikap mental positif agar tidak berputus asa atau mencaci maki keadaan. Berusaha bangkit dan mencari Solusi untuk bertahan hidup sekuat tenaga bagian dari ikhtiar dalam Islam.
Islam melarang umatnya untuk berputus asa atau bersedih secara berlebihan hingga menghentikan Langkah. Terlebih bagi generasi muda yang merupakan motor penggerak kebangkitan diharapkan mampu melahirkan solusi sehingga pemulihan ekonomi dan infrastruktur lebih cepat.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa bencana menjadi pengingat bahwa mungkin ada sesuatu yang kelewatan batas dalam perilaku manusia, baik hubungan kepada Sang Pencipta maupun cara kita memperlakukan alam.
Sering kali bencana alam terjadi akibat ulah tangan manusia sendiri, seperti penebangan pohon secara illegal. Oleh karena itu, melalui bencana yang terjadi dapat menjadi momen untuk berefleksi dan memperbaiki cara menjaga ekosistem.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....