Persib Ingatkan Aturan tanpa Suporter Tamu di GBLA saat Hadapi Persijap

  • 20 Mei 2026 14:13 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Menjelang laga pamungkas Super League 2025/2026 menghadapi Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu 23 Mei 2026, Persib Bandung kembali menegaskan kesiapannya untuk mematuhi seluruh regulasi kompetisi.

Salah satu aturan yang kembali disoroti adalah larangan kehadiran suporter tim tamu di pertandingan liga. Ketentuan itu tercantum dalam Pasal 5 ayat 7 Regulasi Kompetisi Super League 2025/2026 yang menyebutkan bahwa selama masa transformasi sepak bola Indonesia, laga kompetisi domestik belum dapat dihadiri pendukung klub tamu.

Dalam regulasi tersebut juga dijelaskan bahwa klub bertanggung jawab penuh apabila suporternya tetap hadir dan melanggar aturan yang berlaku. Karena itu, kepatuhan terhadap ketentuan kompetisi dinilai bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan bagian penting dari tanggung jawab bersama demi mendukung pembenahan sepak bola nasional.

Sebagai salah satu peserta kompetisi, Persib menegaskan komitmennya untuk menjalankan seluruh aturan yang telah ditetapkan operator liga. Klub berjuluk Maung Bandung itu juga mengajak seluruh elemen sepak bola, termasuk suporter, untuk ikut menjaga kualitas penyelenggaraan pertandingan.

Head of Communication PT Persib Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, mengatakan, proses transformasi sepak bola Indonesia membutuhkan dukungan dari semua pihak. Menurutnya, kesadaran untuk menaati aturan merupakan langkah penting dalam menciptakan ekosistem sepak bola yang lebih baik.

“Sepak bola Indonesia saat ini sedang bergerak menuju ekosistem yang lebih aman, tertib, dan profesional. Dalam proses tersebut, kepatuhan terhadap ketentuan kompetisi menjadi fondasi penting yang perlu dijaga bersama," kata Adhi, Rabu, 20 Mei 2026.

"Persib berkomitmen untuk menjalankan setiap aturan yang berlaku sebagai bagian dari tanggung jawab kami terhadap keberlangsungan kompetisi dan perkembangan sepak bola nasional,” sambungnya.

Ia menegaskan, kebijakan larangan suporter tim tamu bukan bertujuan membatasi antusiasme pendukung klub. Menurutnya, aturan tersebut merupakan bagian dari proses transisi yang harus dihormati demi kepentingan sepak bola Indonesia secara lebih luas.

“Dukungan suporter selalu menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola. Namun dalam situasi saat ini, menghormati ketentuan yang berlaku justru menjadi bentuk dukungan yang paling berarti. Kepatuhan terhadap aturan membantu menjaga aspek keselamatan, keamanan pertandingan, kenyamanan seluruh pihak, sekaligus melindungi klub dari potensi konsekuensi akibat pelanggaran,” ujarnya.

Karena itu, Persib mengimbau para pendukung Persijap Jepara agar tidak datang langsung ke Stadion GBLA saat pertandingan berlangsung. Klub meminta suporter tetap memberikan dukungan kepada tim kebanggaannya melalui siaran televisi atau kegiatan nonton bareng resmi yang telah disediakan.

Adhi juga menyampaikan, rasa cinta terhadap klub tidak selalu harus diwujudkan dengan hadir langsung di stadion. Menurutnya, menghormati aturan yang berlaku saat ini justru menjadi bentuk kontribusi nyata dalam mendukung perbaikan sepak bola nasional.

“Kami percaya setiap suporter memiliki kecintaan yang besar terhadap klubnya masing-masing. Justru karena rasa cinta itu, kami berharap teman-teman suporter Persijap dapat memberikan dukungan dengan cara yang sesuai ketentuan. Menghormati aturan hari ini bukan sekadar bentuk kepatuhan, tetapi kontribusi nyata untuk membantu menghadirkan sepakbola Indonesia yang semakin baik di masa depan,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....