Pentingnya Kekayaan Intelektual untuk Industri Olahraga, Begini Sikap Persib
- 27 Apr 2026 19:43 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Dalam rangka memperingati Hari Kekayaan Intelektual (KI) Sedunia 2026, Persib menegaskan bahwa pengelolaan merek yang profesional menjadi fondasi utama bagi keberlangsungan industri olahraga modern.
Hal ini disampaikan dalam kegiatan “Ngopi Pagi" bareng Kemenkum Kanwil Jabar dan RRI Bandung yang berlangsung di Persib Store, Kota Bandung, Senin, 27 April 2026.
Kegiatan bertema “Jawara Kekayaan Intelektual, Jawara Olahragana” tersebut menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai sektor. Di antaranya Kepala Kanwil Kemenkum Jawa Barat Asep Sutandar, Vice President Commercial PT Persib Bandung Bermartabat Budi Ulia, serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung Sigit Iskandar.
Asep Sutandar memberikan apresiasi atas konsistensi Persib dalam menjaga legalitas dan perlindungan mereknya. Ia menilai langkah tersebut dapat menjadi contoh bagi pelaku industri olahraga maupun kreatif lainnya, khususnya di Jawa Barat.
“Ini penting untuk dilindungi. Sangat penting, kalau tidak dilindungi bisa dijiplak orang lain, sangat rugi. Kekayaan intelektual Persib bisa dilihat dari logo, desain industri, jersey misalnya, tidak bisa dijiplak,” kata Asep.
Asep Sutandar pun memberikan apresiasi atas konsistensi Persib dalam menjaga legalitas dan perlindungan mereknya. Ia menilai langkah tersebut dapat menjadi contoh bagi pelaku industri olahraga maupun kreatif lainnya, khususnya di Jawa Barat.
“Ini penting untuk dilindungi. Sangat penting, kalau tidak dilindungi bisa dijiplak orang lain, sangat rugi. Kekayaan intelektual Persib bisa dilihat dari logo, desain industri, jersey misalnya, tidak bisa dijiplak,” ujar Asep.
Budi Ulia menjelaskan, Persib kini telah berkembang menjadi lebih dari sekadar klub sepak bola. Ia menyebut Persib sebagai sebuah brand bernilai ekonomi tinggi yang membutuhkan perlindungan serius, terutama dalam aspek kekayaan intelektual. Menurutnya, perlindungan tersebut penting untuk menjaga identitas klub di tengah persaingan industri olahraga yang semakin ketat.
“Kekayaan Intelektual membantu kami menjaga identitas tersebut, mulai dari logo, jersey, hingga berbagai kampanye yang kami lakukan. Karena pada akhirnya, yang kami jaga adalah kepercayaan Bobotoh,” ujar Budi dalam sesi diskusi.
Menanggapi maraknya peredaran produk tidak resmi, Budi mengungkapkan, pihaknya lebih memilih pendekatan edukasi ketimbang langkah represif. Ia mengajak para pendukung Persib untuk lebih sadar akan pentingnya membeli produk resmi sebagai bentuk dukungan langsung terhadap klub.
“Membeli produk resmi di Persib Store bukan hanya soal kualitas, tetapi juga bentuk dukungan langsung terhadap klub. Ini bukan sekadar transaksi, tetapi bagian dari cara Bobotoh ikut menjaga Persib,” sambungnya.
Sementara itu, pemilihan Persib Store sebagai lokasi acara juga dinilai tepat, karena menunjukkan secara langsung bagaimana pengelolaan kekayaan intelektual mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan. Hal ini turut diperkuat oleh pernyataan Kepala Dispora Kota Bandung, Sigit Iskandar.
“Kami konsen mendukung sport tourism dalam memajukan olahraga. Karena olahraga tanpa dukungan anggaran itu tidak mungkin. Seperti Persib yang mampu menghasilkan nilai ekonomi dari kekayaan intelektualnya, sehingga bisa menyejahterakan atlet dan memberi manfaat bagi masyarakat,” jelas Sigit.
Menutup diskusi, Budi kembali menegaskan bahwa Persib akan terus membuka peluang kolaborasi ke depan, selama tetap menjaga identitas klub. Ia menekankan bahwa kekuatan sebuah brand terletak pada konsistensi dalam menjaga karya dan kepercayaan para pendukungnya.
“Di Persib, kami percaya brand yang kuat lahir dari karya yang dijaga dan kepercayaan yang dirawat,” pungkas Budi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....