Sentra Abiyoso Perkuat Pelayanan Publik, Libatkan Stakeholder dan Masyarakat
- 20 Jul 2026 20:45 WIB
- Bandung
Poin Utama
- Forum tersebut merupakan ruang evaluasi sekaligus sarana untuk menggali masukan dari masyarakat dan stakeholder terkait kualitas pelayanan publik yang telah diberikan.
RRI.CO.ID, Cimahi - Sentra Abiyoso Cimahi memperkuat kualitas pelayanan publik melalui Forum Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) yang digelar di Ruang Bioskop Berbisik Sentra Abiyoso, Jalan Kerkof Nomor 21, Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Senin 20 Juli 2026. Forum tersebut menjadi ruang evaluasi sekaligus sarana menjaring masukan dari masyarakat dan stakeholder terkait pelayanan yang selama ini diberikan.
Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari upaya Sentra Abiyoso mewujudkan pelayanan publik yang prima sesuai amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Selain mengevaluasi kinerja layanan, forum tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai program Sentra Abiyoso kepada masyarakat secara lebih luas.

Bidang Pelayanan Publik Sentra Abiyoso, Iis Disnawati mengatakan forum tersebut bertujuan memperoleh umpan balik mengenai kepuasan masyarakat terhadap layanan yang telah diberikan.
“Tujuannya mendapatkan umpan balik dari masyarakat dan stakeholder tentang kepuasan terhadap layanan yang sudah kami berikan,” ujar Iis.
Menurut Iis, forum tersebut juga menjadi kesempatan bagi Sentra Abiyoso untuk mengetahui kebutuhan masyarakat yang belum sepenuhnya terakomodasi dalam pelayanan publik. Masukan dari para peserta dinilai penting untuk memastikan program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan penerima layanan.
Forum PEKPPP Sentra Abiyoso diikuti sekitar 48 peserta yang terdiri dari 38 undangan dan 10 pegawai Sentra Abiyoso. Peserta berasal dari sejumlah perangkat daerah di wilayah kerja Sentra Abiyoso, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, unsur masyarakat, PSM, jurnalis, yayasan, hingga lembaga pendidikan khusus.
Iis menyebut salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah belum meratanya informasi mengenai keberadaan dan jenis layanan Sentra Abiyoso di tengah masyarakat. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) juga menunjukkan masih terdapat aspek pelayanan yang perlu diperbaiki.
“Pelayanan publik yang ada di Sentra Abiyoso belum secara merata terinformasikan kepada masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, penguatan komunikasi dengan stakeholder menjadi kunci agar informasi layanan dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat bawah. Sentra Abiyoso berharap PSM, yayasan, dan lembaga sosial dapat menjadi jembatan informasi bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan.
“Melalui forum ini kami berharap komunikasi dan sinergi dengan stakeholder sampai kepada masyarakat dapat semakin terjalin,” tegas Iis.
Selain berdiskusi, para peserta juga diajak melihat langsung berbagai fasilitas dan program yang tersedia di Sentra Abiyoso. Kunjungan tersebut dimulai dari Sentra Kreasi Atensi (SKA) yang menjadi lokasi pemberdayaan, termasuk barbershop, kuliner, dan kafe.
Peserta kemudian meninjau Klinik Pratama serta area perkebunan dan peternakan yang menjadi bagian dari layanan dan program pemberdayaan Sentra Abiyoso. Kegiatan lapangan ini diharapkan memberikan gambaran nyata kepada stakeholder mengenai berbagai potensi layanan yang dapat diakses masyarakat.

Sementara itu Tim Humas Sentra Abiyoso, Endah Anggraeni, mengatakan forum tersebut juga menjadi bagian dari upaya penyempurnaan standar pelayanan sesuai ketentuan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Evaluasi dan masukan dari masyarakat dinilai penting untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan menuju predikat terbaik.
“Forum ini menjadi sarana komunikasi untuk menyempurnakan standar pelayanan agar ke depan kami bisa mencapai nilai A,” ucap Endah.
Salah satu peserta forum perwakilan dari Female Plus, Ratno Prajoko, menilai kegiatan tersebut memberikan penyegaran sekaligus memperluas pemahaman mengenai program-program Sentra Abiyoso. Menurutnya, sejumlah program pemberdayaan dan pemenuhan hidup layak sebenarnya telah berjalan dan perlu terus diperkuat melalui komunikasi yang baik.
“Kegiatan ini bagus karena membuat kami lebih mengenal program Abiyoso sehingga di lapangan bisa mengidentifikasi kebutuhan klien dan mengetahui layanan yang dapat diakses,” ujar Ratno.
Ratno berharap kerja sama antara Female Plus atau pihak lain dengan Sentra Abiyoso dapat semakin baik sehingga koordinasi dalam mendampingi masyarakat yang membutuhkan layanan bisa berjalan lebih optimal. Ia menilai kolaborasi antar lembaga penting untuk memastikan masyarakat memperoleh akses pelayanan sesuai kebutuhan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....