Tekan Impor, Menteri Pertanian Ajak Investor Perkuat Industri Susu Nasional

  • 20 Jul 2026 18:16 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Brebes - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak investor dalam dan luar negeri untuk memperkuat industri susu nasional melalui penanaman modal di sektor persusuan. Menurutnya, pembangunan industri pengolahan susu menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Hal itu disampaikan Amran saat menghadiri peluncuran investasi industri persusuan PT Global Dairi Bersama di Kabupaten Brebes, Senin (20/7/2026). Investasi tersebut diproyeksikan mampu memproduksi sekitar 180 ribu ton susu per tahun atau setara sekitar 20 persen dari produksi susu nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan kebutuhan susu nasional saat ini masih didominasi impor yang mencapai sekitar 3,6 hingga 3,8 juta ton per tahun. Karena itu, pemerintah terus mendorong masuknya investasi baru di sektor persusuan agar kapasitas produksi dalam negeri dapat meningkat secara bertahap.

“Produksi ini bisa mencapai 180 ribu ton per tahun. Ini bisa memenuhi sekitar 20 persen produksi nasional. Saat ini kita masih membutuhkan impor sekitar 3,6 juta sampai 3,8 juta ton per tahun. Oleh karena itu, kami meminta pengusaha lokal maupun luar negeri berinvestasi di Indonesia karena pasarnya jelas,” ujar Mentan Amran.

Amran menambahkan, pemerintah berkomitmen memberikan kemudahan bagi investor yang ingin mengembangkan usaha di sektor pertanian, termasuk industri persusuan. Ia menegaskan Kementerian Pertanian siap mempercepat proses perizinan dan mendampingi investasi agar pengembangan usaha dapat berjalan lebih optimal.

Sementara itu, CEO Savoria Group Ihsan Mulia Putri menjelaskan, pengembangan industri persusuan tersebut juga akan melibatkan masyarakat melalui pola kemitraan. Kerja sama itu mencakup penyediaan pakan hijau, penggemukan sapi, hingga pemberdayaan peternak sapi perah di sekitar lokasi investasi.

“Kita akan bekerja sama dengan sekitar 5.000 mitra untuk penyediaan pakan hijau, kemudian ada 7.000 ekor sapi jantan per tahun yang akan bekerja sama dalam penggemukan. Selain itu, kami juga akan berkolaborasi dengan sekitar 1.000 sampai 2.000 petani sapi perah,” jelas Putri.

Melalui investasi tersebut, pemerintah berharap produksi susu nasional dapat terus meningkat sekaligus memperkuat kemitraan dengan peternak lokal. Kolaborasi antara pemerintah, investor, dan masyarakat dinilai menjadi langkah penting untuk mendukung target swasembada susu serta mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor produk susu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....