S&P Pertahankan Peringkat Kredit Indonesia dengan Outlook Stabil
- 19 Jul 2026 13:50 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s Global Ratings kembali mempertahankan peringkat kredit RI pada level BBB jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan outlook stabil. Keputusan ini mencerminkan kepercayaan internasional pada ketahanan ekonomi nasional dan kredibilitas kebijakan fiskal dan moneter di tengah meningkatnya ketidak pastiaan global. Sabtu, 18 Juli 2026.
Afirmasi peringkat ini menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia tetap dinilai kuat meskipun dunia masih menghadapi tantangan berupa tingginya suku bunga global, volatilitas pasar keuangan, ketegangan geopolitik, serta fluktuasi harga energi dan komoditas. Penilaian ini juga menegaskan kemampuan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi ditengah dinamika ekonomi global.
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Deni Surjantoro, menyampaikan keputusan S&P menjadi pengakuan atas konsistensi pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan melanjutkan berbagai agenda reformasi struktural. Kepercayaan tersebut menjadi modal penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
“Keputusan S&P mempertahankan peringkat Indonesia pada level investment grade dengan outlook stabil menunjukkan bahwa arah kebijakan ekonomi nasional terjaga kredibel. Pemerintah akan terus menjaga disiplin fiskal, memperkuat basis penerimaan negara, meningkatkan kualitas belanja, dan memastikan pembiayaan dikelola secara prudent, efisien, dan berkelanjutan,” ujarnya.
S&P menilai Indonesia memiliki prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat, didukung kebijakan makroekonomi yang peudent , Stabilitas politik dan kelembagaan, tingkat utang pemerintah yang relatif rendah dibandingkan negara dengan peringkat serupa. lembaga ini memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berada kisaran 5% dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
Untuk tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan mencapai sekitar 5,1%, bahkan Triwulanan I 2026 ekonomi nasional telah tumbuh 5,6% secara tahunan adapun hal ini didorong kuatnya permintaan domestik dan meningkatnya aktivitas investasi, pendapatan per kapita diperkirakan mencapai 5.200 AS.
Dalam aspek fiskal, S&P memberikan positif komitmen pemerintah menjaga defisit APBN tetap di bawah 3% terhadap produk domestik bruto komitmen tersebut dinilai menjadi jangkar memperkuat kredibilitas pengelolaan fiskal Indonesia.
S&P juga mencatat penerimaan negara menunjukkan tren pemulihan yang semakin kuat yang mana pada semester pertama 2026 tumbuh sekitar 21% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini didukung penguatan administrasi perpajakan, peningkatan kepatuhan wajib pajak, dan optimalisasi penerimaan negara bukan pajak dari sektor sumber daya alam.
Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat kualitas APBN melalui penguatan penerimaan perpajakan dan PNBP, digitalisasi administrasi perpajakan, optimalisasi penerimaan sektor mineral dan sumber daya alam, peningkatan efektivitas belanja negara, serta pengelolaan pembiayaan yang efisien dan berkelanjutan.
Berbagai reformasi struktural, termasuk hilirisasi industri, penguatan tata kelola sektor mineral, optimalisasi aset negara dan penguatan peran Danatara juga dinilai mampu meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia. S&P turut menilai stabilitas sektor eksternal dan sistem keuangan Indonesia tetap terjaga melalui koordinasi yang erat.
Dengan fundamental ekonomi yang kuat, disiplin fiskal yang konsisten, dan reformasi struktural yang berkelanjutan, peringkat tersebut menjadi sinyal positif bagi investor global. Yang mana Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang aman, kredibel dan l memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang dan menjanjikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....