Pemkab Subang Bergerak Cepat Antisipasi Kekeringan yang Mengancam Pertanian

  • 19 Jul 2026 12:03 WIB
  •  Bandung
Poin Utama
  • Bupati Subang Reynaldy Putra Andita melakukan tinjauan langsung terhadap 1.348 hektare lahan yang rawan kekeringan di Kecamatan Binong pada Jumat 17 Juli 2026.
  • Tinjauan ini merupakan bagian dari agenda Saba Desa untuk memastikan kebutuhan padi di Kabupaten Subang tetap terjaga dalam rangka menyuplai kebutuhan nasional.
  • Lokasi tinjauan berada di Subang bagian utara, area yang strategis untuk produksi pangan nasional dan memerlukan perhatian khusus dalam pengelolaan air irigasi.

RRI.CO.ID, Subang – Matahari mulai tinggi saat Bupati Subang Reynaldy Putra Andita menyusuri pematang sawah di Kecamatan Binong, Jumat 17 Juli 2026. Dalam agenda Saba Desa, ia meninjau langsung 1.348 hektare lahan, yang rawan kekeringan di Subang bagian utara.

“Untuk kebutuhan padi di Kabupaten Subang tetap terjaga, untuk menyuplai kebutuhan nasional,” ungkap Kang Rey sapaan akrab Bupati Subang.

Warga Desa Kihiyang, Citrajaya, dan Kediri menyambut dengan harap-harap cemas. Musim tanam baru mulai, tapi debit air mulai menyusut.

“Salah satunya ini, kita memberikan bantuan pompa, dan kita dalam waktu dekat, In Syaa Allah, akan ada bantuan juga dari Kementerian, untuk pembuatan embung,” jelasnya.

Bantuan diserahkan secara simbolis di lapangan. Tiga kelompok tani menerima bantuan pemeliharaan jaringan irigasi tersier dari Kementerian Pertanian, dan Pemdes Kihiyang menerima satu unit mesin pompa air 3 inci.

“Bantuan ini untuk Kelompok Tani Layungsari, Sukardi, dan Gapoktan Harapan Tani Jaya. Semoga bisa langsung dimanfaatkan, agar sawah tidak kekurangan air,” kata dia.

Pemerintah daerah tidak berjalan sendiri. Kang Rey mengaku terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, untuk membangun tiga embung di wilayah utara Subang.

“Ini ikhtiar kita bersama. Pusat, daerah, dan petani harus satu barisan, agar produksi padi aman,” tambahnya.

Subang dikenal sebagai lumbung padi nasional, sehingga stabilitas produksi jadi prioritas. Kang Rey menegaskan, tidak boleh ada lahan tidur, karena masalah air.

“Kalau petani tenang, maka ketahanan pangan kita kuat. Itu tugas kita bersama,” tegas Bupati.

Kegiatan ditutup dengan dialog bersama kelompok tani di balai desa. Dihadiri Wakil Bupati, Sekda, dan kepala OPD, diskusi fokus pada solusi jangka pendek dan panjang.

“Saya titip, rawat irigasi dan alsintan ini baik-baik. Kita jaga Subang tetap jadi penyangga pangan Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, bagi petani seperti Ujang dari Binong, mesin pompa itu penolong. Ia khawatir gagal tanam, jika hujan tak kunjung turun.

“Dengan adanya pompa, kami bisa nyedot air dari sumur dan sungai kecil. Jadi tanaman tidak mati di tengah jalan,” ujar Ujang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....