DSKS Ajak Tokoh Umat dan Pendidikan Bersinergi Cegah Penyimpangan Seksual
- 18 Jul 2026 15:36 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) menggelar diskusi publik bertajuk Menakar Sikap Umat Menjawab Tantangan Penyimpangan Seksual di YPIA Surakarta, Sabtu, 18 Juli 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan tokoh agama, tokoh pendidikan, dan pemerintah untuk membangun kesamaan langkah dalam menyikapi maraknya penyimpangan seksual di Kota Surakarta.
Ketua DSKS, Abdul Rochim Baasyir, mengatakan forum tersebut merupakan tindak lanjut setelah audiensi dengan DPRD Kota Surakarta beberapa waktu lalu. Menurutnya, penanganan persoalan penyimpangan seksual membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
"Penanganan terhadap penyimpangan seksual ini tentu tidak akan bisa selesai apabila digarap oleh satu pihak. Pemerintah saja tidak akan bisa, begitu juga masyarakat saja tidak akan bisa. Karena itu kami mempertemukan semuanya dalam forum dialog ini agar ada kesepahaman langkah ke depan," ujar Abdul Rochim.
Ia menjelaskan pemerintah diharapkan mengambil peran melalui regulasi dan kebijakan, sementara masyarakat bersama tokoh agama dan dunia pendidikan memperkuat edukasi serta upaya pencegahan sejak dini.
Menurut Abdul Rochim, salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah semakin masifnya normalisasi penyimpangan seksual di ruang publik. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi cara pandang masyarakat apabila tidak diimbangi dengan edukasi yang memadai.
"Saat ini normalisasi penyimpangan seksual sangat masif. Ini membutuhkan edukasi sekaligus langkah-langkah tegas dari pemerintah. Jangan sampai sesuatu yang menurut kami berbahaya justru dianggap sebagai hal yang biasa oleh masyarakat," katanya.
Abdul Rochim menambahkan, isu hak asasi manusia kerap menjadi perdebatan dalam pembahasan persoalan tersebut. Namun menurutnya, masyarakat juga memiliki hak untuk memperoleh lingkungan yang sehat dan memberikan pendidikan yang baik bagi anak-anak.
Melalui forum diskusi tersebut, DSKS berharap lahir sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, tokoh agama, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam menyusun langkah-langkah yang lebih efektif untuk mencegah penyimpangan seksual di Kota Surakarta. (Ryan Assyidiqi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....