Jaga Amal dari Penyakit Hati dan Perbuatan Dosa
- 18 Jul 2026 12:09 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Amal saleh tidak hanya perlu diperbanyak, tetapi juga dijaga agar tidak rusak oleh penyakit hati dan perbuatan zalim. Pesan tersebut disampaikan oleh Ustaz H. Reza Ferdian, L.C., M.Pd. dalam acara Hikmah Subuh di RRI Pro4 Banjarmasin, Sabtu, 18 Juli 2026.
Ustaz Reza mengajak umat Islam untuk tidak hanya fokus memperbanyak ibadah, tetapi juga menjaga kualitas dan keikhlasannya. Menurutnya, Allah Swt telah memberikan pedoman dalam QS Al-Kahfi ayat 110 bahwa setiap amal harus dilakukan dengan ikhlas dan sesuai tuntunan Rasulullah saw.
“Jika tanpa keikhlasan dan tidak mengikuti sunnah Rasulullah, maka amal yang banyak dikerjakan belum tentu bernilai pahala di sisi Allah Swt,” ujar Ustaz Reza. “Karena itu, penting bagi kita untuk terus menjaga niat dalam setiap ibadah.”
Ia menjelaskan bahwa ghibah menjadi salah satu perbuatan yang dapat merusak amal ibadah. Sebagaimana dijelaskan dalam QS Al-Hujurat ayat 12, membicarakan keburukan orang lain merupakan perbuatan yang dilarang dalam Islam.
“Ghibah itu menggerogoti pahala sebagaimana rayap menggerogoti kayu. Karena itu, setiap muslim harus menjaga lisannya dari perbuatan tersebut.” Kata Ustaz Reza.
Selain ghibah, riya juga termasuk perusak amal sebagaimana dijelaskan dalam QS Al-Ma'un ayat 4–6 dan hadis Rasulullah saw yang menyebut riya sebagai syirik kecil. Ustaz Reza mengingatkan agar setiap muslim senantiasa meluruskan niat sebelum, saat, dan setelah beramal agar ibadah semata-mata ditujukan untuk meraih rida Allah Swt.
Ia menambahkan bahwa durhaka kepada kedua orang tua juga dapat menghapus pahala seseorang. Menurutnya, kisah Uwais Al-Qarni menjadi teladan tentang besarnya keutamaan birrul walidain atau berbakti kepada orang tua.
“Kisah Uwais Al-Qarni yang dimuliakan Allah karena baktinya kepada sang ibu bisa menjadi contoh bagi kita,” ujar Ustaz Reza. “Birrul walidain merupakan amal yang sangat besar nilainya di sisi Allah Swt.”
Ustaz Reza juga mengingatkan agar umat Islam menjauhi hasad atau iri dengki serta perbuatan zalim kepada sesama. Ia menjelaskan bahwa hasad dapat menghanguskan pahala, sedangkan kezaliman membuat pahala seseorang berpindah kepada orang yang dizaliminya pada hari kiamat.
Menutup tausiyahnya, Ustaz Reza mengajak umat Islam memperbanyak istighfar, menjaga amal-amal rahasia, menahan lisan, memperbaiki niat, dan terus berdoa agar seluruh amal diterima Allah Swt. Ia menegaskan bahwa menjaga amal merupakan bagian penting dalam perjalanan seorang muslim menuju rida Allah.
“Jangan cuma sibuk mengumpulkan amal, menjaga amal itu juga hal yang penting,” ujarnya. “Semoga Allah Swt menerima seluruh amal ibadah dan mengampuni segala kekurangan kita.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....