Dusta dan Gibah, Dua Perkara yang Harus Dijauhi
- 09 Jul 2026 20:42 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Lisan merupakan nikmat besar yang diberikan Allah Swt kepada manusia sebagai sarana berkomunikasi, menyampaikan dakwah, dan menebarkan kebaikan. Namun, apabila tidak dijaga dengan baik, lisan juga dapat menjadi penyebab seseorang terjerumus ke dalam dosa.
Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz Zainuddin, S.Ag., dalam program Hikmah Subuh RRI Pro4 Banjarmasin, Selasa, 7 Juli 2026. Menurutnya, setiap Muslim harus berhati-hati dalam menggunakan lisan agar tidak menyakiti orang lain maupun melanggar ajaran agama.
Ia menjelaskan bahwa salah satu perbuatan yang harus dihindari adalah berdusta atau berbohong. Menurutnya, sekecil apa pun kebohongan tetap dapat merusak kepercayaan orang lain dan mencederai integritas diri.
"Jangan sampai lidah kita digunakan untuk berbohong, entah bohongnya itu serius atau sekadar gurauan," katanya. "Kalaupun bohongnya itu hanya bergurau, lama-kelamaan jadi terbiasa berbohong dan akhirnya jadi bersungguh-sungguh berbohong."
Selain berdusta, ia juga mengingatkan bahaya gibah atau membicarakan keburukan orang lain meskipun hal tersebut benar adanya. Menurutnya, gibah sering muncul dalam percakapan sehari-hari dan tanpa disadari dapat menjadi kebiasaan yang sulit dihilangkan.
Ustaz Zainuddin menegaskan bahwa gibah tidak hanya merusak hubungan antarsesama, tetapi juga berdampak buruk terhadap kondisi spiritual seseorang. Perbuatan tersebut dapat melukai perasaan orang lain, mengeraskan hati, dan merusak persaudaraan sesama Muslim.
Ia mengimbau umat Muslim untuk segera bertobat dan memohon ampun kepada Allah Swt apabila pernah melakukan kebohongan maupun gibah. Menurutnya, menjaga lisan merupakan salah satu bentuk ikhtiar dalam memperbaiki akhlak dan meningkatkan kualitas keimanan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....