AMJ Bengkulu dan Lapas Perkuat Sinergi untuk Keterbukaan Informasi

  • 18 Jul 2026 11:48 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Asosiasi Media dan Jurnalis (AMJ) Bengkulu bersama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu memperkuat sinergi dalam mendukung keterbukaan informasi publik. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi pelayanan serta penyampaian informasi yang akurat kepada masyarakat.

Komitmen tersebut dibahas dalam silaturahmi dan diskusi antara pengurus AMJ Bengkulu dengan Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto, Jumat 17 Juli 2026. Pertemuan itu menjadi wadah mempererat kerja sama antara media dan Lapas.

Julianto menegaskan pihaknya membuka ruang komunikasi bagi masyarakat maupun insan pers. Kritik, saran, dan informasi terkait pelayanan akan diterima serta ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kami terbuka terhadap kritik dan masukan. Apabila ada informasi dari masyarakat atau pengguna layanan, silakan disampaikan kepada kami. Seluruh laporan akan diverifikasi dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Julianto.

Ia menjelaskan setiap laporan yang diterima akan diproses secara objektif berdasarkan fakta. Langkah itu dilakukan untuk menjaga profesionalisme sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pemasyarakatan.

Selain memperkuat keterbukaan informasi, Lapas Bengkulu terus mengoptimalkan program prioritas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Fokusnya meliputi pemberantasan narkotika, pencegahan penggunaan telepon genggam ilegal, penanganan overkapasitas, dan penguatan program ketahanan pangan.

Di bidang pembinaan, program ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas yang terus dikembangkan. Warga binaan dilibatkan dalam berbagai kegiatan produktif untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian setelah bebas.

Julianto mengatakan sejak mulai bertugas pada Oktober 2025, pembenahan sistem keamanan menjadi prioritas utama. Setelah kondisi lapas lebih kondusif, berbagai program pembinaan dan pemberdayaan warga binaan terus ditingkatkan.

Saat ini Lapas Bengkulu dihuni sekitar 714 warga binaan, jauh di atas kapasitas ideal 218 orang. Meski demikian, pelayanan dan program pembinaan tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Program integrasi seperti pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, dan cuti menjelang bebas tetap diberikan secara selektif. Sementara izin keluar lapas hanya dapat diberikan dalam kondisi tertentu, seperti anggota keluarga inti meninggal dunia, setelah melalui proses verifikasi dan pertimbangan keamanan.

Ketua AMJ Bengkulu, Wibowo Susilo, mengapresiasi komitmen Lapas Bengkulu yang membuka ruang komunikasi dengan media. Menurutnya, sinergi tersebut akan mendukung penyampaian informasi yang benar, akurat, transparan, dan tetap berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik.

Ia berharap kolaborasi antara AMJ dan Lapas Bengkulu terus terjalin secara berkelanjutan. Dengan demikian, berbagai informasi mengenai pelayanan dan pembinaan warga binaan dapat tersampaikan kepada masyarakat secara utuh dan berimbang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....