Pendidikan Inklusif Sejak Dini, Karanganyar Pastikan Tak Ada Anak Tertinggal
- 18 Jul 2026 03:05 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Pemerintah Kabupaten Karanganyar terus memperkuat penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang inklusif, ramah anak, dan berkualitas. Langkah strategis ini diambil guna memastikan hak belajar setiap anak di Bumi Intanpari terpenuhi secara setara tanpa adanya diskriminasi.
Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Bunda PAUD Kabupaten Karanganyar, dr. Farida Nurhayati Rober Christanto, saat meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun 2026 di KB/TK Aisyiyah Ceporan, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih, pada Jumat, 17 Juli 2026. Dalam pemantauan tersebut, Bunda PAUD didampingi langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar, Hendro Prayitno.
Kunjungan edukatif ini berlangsung dalam suasana hangat dan ceria. Dr. Farida menyapa langsung para siswa baru, serta mengajak mereka menuliskan impian pada Pohon Harapan sebagai simbol motivasi belajar di lingkungan sekolah yang aman dan menyenangkan.
"Kami ingin tidak ada lagi orang tua yang kesulitan mencari sekolah bagi anak berkebutuhan khusus. Harapan kami, seluruh KB dan TK di Kabupaten Karanganyar dapat menerapkan pendidikan inklusif sehingga setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-citanya," kata Bunda PAUD Karanganyar, dr. Farida Nurhayati Rober Christanto.
Farida berharap KB/TK Aisyiyah Ceporan mampu menjadi sekolah percontohan dalam skema pendidikan ramah anak. Praktik baik yang sudah berjalan di sekolah tersebut diharapkan bisa segera direplikasi oleh lembaga PAUD lainnya di seluruh wilayah Karanganyar.
Langkah inklusivitas ini pun direspons nyata oleh pihak pengelola sekolah melalui program keringanan pembiayaan. Kebijakan ini diambil demi mempermudah aksesibilitas pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat di tingkat perdesaan.
"Sekolah berkomitmen memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dan mudah dijangkau masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembebasan biaya SPP bagi seluruh peserta didik tanpa mengurangi mutu pembelajaran," ucap Kepala KB/TK Aisyiyah Ceporan, Wulansari Nurul Amanah.
Pemerintah Kabupaten Karanganyar meyakini pendidikan inklusif merupakan fondasi dasar untuk mencetak generasi masa depan yang cerdas dan berkarakter. Melalui kolaborasi kuat antara dinas, sekolah, dan wali murid, iklim belajar yang setara diharapkan mampu mengoptimalkan potensi terbaik setiap anak sejak usia dini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....