SMP Muhammadiyah PKBS Solo Berkualitas, Inklusif, Adaptif

  • 02 Jul 2026 19:37 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO. ID, Surakarta - Misi pendidikan Islam berkemajuan sangat relevan dengan kebutuhan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai hamba Allah yang berlandaskan AlQuran dan Sunnah. Hal itu diungkapkan oleh Plt Kepala SMP Muhammadiyah Program Khusus Boarding School (PKBS) Solo Sri Sayekti, Kamis 02 Juli 2026.

Menurut Sayekti SMP PKBS Solo adalah rintisan sekolah unggulan berbasis Integrated Dual System (Boarding dan Fullday). Sekolah ini mengintegrasikan standar nasional Kurikulum Nasional dengan tradisi intelektual Pesantren (Kitab Turats) dan keunggulan teknologi digital masa depan (Smart School).

“Semoga terwujud Generasi Ulul Albab yang Mandiri, Tangguh, Menguasai IPTEK, dan Fasih Berbahasa Internasional dengan Berpijak pada Nilai Tauhid serta Prinsip Kemuhammadiyahan,” ujarnya.

Menurut dia, dengan tagline "Smart School, Syar'i Soul" adalah pilihan yang sangat kuat karena menggunakan rima (rhyme) "Smart" dan "Syar'i" serta "School" dan "Soul". Ini membuatnya sangat ritmis dan mudah menempel di ingatan (catchy).

Untuk mewujudkan sekolah berkualitas, inklusif, adaptif salah satu anggota penjaminan mutu Pendidikan Muhammadiyah Pimpinan Pusat itu menyarakan warga sekolah berpegang 7 prinsip.

Dia menekankan pentingnya perubahan pola pikir seluruh elemen sekolah untuk mewujudkan kemajuan yang nyata. Menurutnya, sekolah tidak akan pernah unggul jika guru dan staf masih terjebak dalam pola pikir tetap atau fixed mindset.

“Sering kali sekolah tidak dilirik calon siswa karena citra bangunan yang kurang menarik. Karena itu, diperlukan tujuh kunci sukses agar sekolah dapat berkemajuan,” ujarnya.

Tujuh kunci tersebut, yaitu: manajemen sumber daya manusia, manajemen loyalitas, manajemen pelayanan, manajemen kurikulum, manajemen inovasi dan teknologi, manajemen pemasaran dan promosi, serta manajemen doa.

“Kesuksesan berawal dari recharging mindset, karakter, dan kualitas guru maupun karyawan. Banyak orang terbalik memahami kesuksesan. Padahal 95 persen itu mindset, hanya 5 persen strategi,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa sekolah berkemajuan dapat dimulai dari mimpi besar: sukses dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), pengelolaan anggaran yang cermat, dan program pendidikan yang sesuai dengan potensi serta kondisi sekolah masing-masing. (Edwi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....