Smart Dropbox Jadi Solusi Baru Kurangi Sampah Plastik di Pesisir Cilacap

  • 18 Jul 2026 15:40 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap : Pemerintah Kabupaten Cilacap bersama Konsorsium SOLUSI resmi meluncurkan Smart Dropbox atau kotak pintar penampung sampah plastik di kawasan Pantai Menganti, Kecamatan Kesugihan, Jumat (17/7/2026). Program ini menjadi langkah awal pengelolaan sampah plastik berbasis masyarakat pesisir untuk mencegah sampah mencemari laut.

Peluncuran Smart Dropbox merupakan bagian dari Program SOLUSI yang diinisiasi Konsorsium SOLUSI, terdiri atas GIZ Indonesia, Landscape Alliance, Yayasan KEHATI, dan SNV Indonesia bersama Pemerintah Indonesia melalui Bappenas. Program tersebut didukung Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui Bappeda dan sejumlah organisasi perangkat daerah.

Manajer Program SOLUSI SNV Indonesia, Audrey Siahainenia, menjelaskan pemasangan Smart Dropbox menjadi proyek percontohan yang bertujuan membangun kebiasaan masyarakat memilah sampah sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi nelayan.

"Kita mulai dengan Dropbox karena ini sesuatu yang nyata. Harapannya masyarakat tertarik, kemudian desa-desa lain mengikuti sehingga efek dominonya berjalan. Kalau tidak ada contoh awal, akan sulit mengajak masyarakat memilah sampah," katanya.

Ia menjelaskan, sampah plastik yang dimasukkan ke Smart Dropbox akan dikelola bersama bank sampah setempat. Hasil penimbangan sampah kemudian dikonversi menjadi tabungan kolektif yang dapat dimanfaatkan sebagai subsidi pembelian bahan bakar minyak (BBM) bagi nelayan.

"Sampah plastik yang dimasukkan ke Dropbox tidak hanya dibuang begitu saja, tetapi memiliki nilai ekonomi. Ketika Dropbox penuh, nilainya bisa ditukar menjadi bantuan bensin untuk nelayan," kata Audrey.

Uji coba tahap awal dilakukan di Pantai Menganti dan kawasan Warung Pinggir Kali Desa Bunton karena kedua lokasi memiliki aktivitas nelayan yang tinggi serta berada di jalur masuk sampah plastik dari daerah aliran sungai menuju laut.

"Kita lihat bahwa aktivitas nelayan di sini yang cukup tinggi dibandingkan dengan wisata. Kita bukan memilih karena tidak ada pariwisatanya, tapi karena ada kegiatan nelayan yang untuk ekonomi masyarakat Cilacap juga dan mereka juga secara tidak langsung berdampak dengan plastik yang terbawa dari laut. Jadi kalau di sini bisa bersih sampah plastiknya otomatis pantainya juga lebih baik dan juga nelayan mendapat manfaat dari pengumpulan plastik itu," katanya.

Kabid Infrastruktur Kewilayahan dan Perekonomian Iwan Hasan Ma’arif menyatakan Pemkab mendukung penuh pengembangan Smart Dropbox sebagai bagian dari pengelolaan kawasan darat dan laut secara terpadu.

"Kami mengapresiasi upaya yang dilakukan teman-teman SNV. Smart Dropbox ini menjadi alat bantu agar sampah yang berasal dari aliran sungai dapat dikelola oleh masyarakat sebelum mencemari laut. Kami berharap ini bisa menjadi model yang dikembangkan dalam skala lebih besar," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap, Ahmad Nurlaeli, mengatakan Smart Dropbox diharapkan menjadi solusi dalam mengurangi sampah plastik yang terbawa aliran sungai hingga bermuara ke laut.

"Kami dari Pemerintah Kabupaten Cilacap dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup sangat mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh SNV. Ini dilakukan dalam rangka mengatasi problema sampah plastik, khususnya yang berada di lautan," katanya.

Menurutnya, konsep yang diusung Program SOLUSI menghubungkan pengelolaan kawasan darat dan laut karena sebagian besar sampah plastik berasal dari aktivitas masyarakat di daratan sebelum akhirnya terbawa ke wilayah pesisir.

"Dengan adanya Smart Dropbox ini diharapkan sampah-sampah plastik masuk ke sana dan bisa dikelola dengan baik. Ke depan mudah-mudahan bisa diolah lebih lanjut, misalnya dengan teknologi pirolisis menjadi bahan bakar ataupun dimanfaatkan untuk daur ulang sehingga lingkungan kita bersih dari sampah plastik," ujarnya.

Apalagi pemerintah yang mulai menghentikan sistem open dumping di tempat pemrosesan akhir (TPA) mulai 1 Agustus 2026. Karena itu, pemilahan sampah sejak dari sumber menjadi langkah penting. Menurutnya, sampah organik dapat diolah menjadi kompos atau pakan maggot, sedangkan sampah anorganik dipilah untuk didaur ulang. Kehadiran Smart Dropbox diharapkan semakin mendorong masyarakat membiasakan memilah sampah sebelum dibuang.

Melalui program ini, sampah plastik yang terkumpul dari kawasan pesisir akan disalurkan ke Bank Sampah Winong Sejati dan Bank Sampah Berkah Mandiri untuk dipilah dan didaur ulang. Keberhasilan program akan dievaluasi selama enam bulan, dengan target meningkatkan jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan sekaligus mengurangi kebocoran sampah plastik ke laut di wilayah pesisir Cilacap.

Keseluruhan tahapan program akan dipantau bersama oleh Kelompok Kerja (Pokja) SOLUSI Kabupaten Cilacap, BAPPEDA, Sekretariat Daerah, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana, Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga, Dinas Kelautan dan Dinas Perdagangan dan UMKM.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....