Bojongloa Kaler Masuk 10 Besar Wilayah Dengan Pemain Judi Online Terbanyak

  • 17 Jul 2026 15:48 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung, tercatat masuk dalam 10 besar wilayah dengan jumlah pemain judi online terbanyak di Indonesia berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Tercatat sebanyak 5.090 warga di wilayah tersebut terindikasi sebagai pemain judi online.

‎Camat Bojongloa Kaler, Asmara Hadi, mengatakan tingginya angka tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari kepadatan penduduk, kemudahan akses internet, hingga kondisi ekonomi masyarakat perkotaan.

‎"Faktor utamanya adalah akibat kepadatan penduduk yang tinggi, akses internet yang mudah, literasi digital, serta kerentanan ekonomi masyarakat perkotaan yang mencari jalan pintas finansial melalui permainan judi," ujar Asmara Hadi, Jumat 17 Juli 2026.

‎Menurutnya, penanganan persoalan judi online tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah kecamatan. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, baik pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, maupun berbagai lembaga terkait.

‎Ia menilai pembinaan mental, spiritual, dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.

‎"Solusinya harus ada pembinaan mental dan pembinaan perekonomian masyarakat secara terpadu dan komprehensif lintas sektor, khususnya di Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung, hingga tingkat provinsi. Ini bukan hanya menjadi tanggung jawab kecamatan," katanya.

‎Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung Erwin menilai kecanduan judi online merupakan persoalan serius yang memerlukan penanganan khusus. Menurutnya, para pelaku yang sudah mengalami kecanduan perlu mendapatkan rehabilitasi layaknya penyalahguna narkotika.

‎"Mau judol apa pun, orang yang sudah kena judi bisa habis semuanya. Apa pun bisa dia jual. Kalau perlu orang yang sudah kecanduan judi ini ditangani psikiater. Sama seperti narkoba, mereka perlu direhabilitasi," ucapnya.

‎Selain penanganan medis dan psikologis, Erwin menekankan pentingnya penguatan pendidikan agama dan pembinaan akhlak sebagai upaya pencegahan sejak dini. Ia menyebut Pemkot Bandung terus mendorong berbagai program pembinaan keagamaan, termasuk pelatihan dai di setiap kelurahan.

‎Menurutnya, masyarakat perlu diberikan pemahaman mengenai dampak buruk judi online, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun keharmonisan keluarga.

‎"Efek judi ini sangat besar. Selain uangnya haram dan tidak ada manfaatnya, rumah tangga bisa hancur, keluarga bisa berantakan. Karena itu pendidikan agama dan pembinaan akhlakul karimah harus semakin diperkuat," katanya.

‎Erwin juga berharap pemerintah dapat menyusun langkah pembinaan yang lebih terarah terhadap masyarakat yang terindikasi terlibat judi online, sehingga mereka memahami dampak yang ditimbulkan sekaligus mendapatkan pendampingan untuk keluar dari kecanduan tersebut.

‎"Kalau bicara judi online, ini persoalan akhlak. Pendidikan agama harus terus diperkuat agar masyarakat memahami betapa besarnya dampak negatif judi terhadap kehidupan pribadi, keluarga, maupun lingkungan," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....