BNN Jateng Gandeng PT Djarum, Perkuat Pencegahan Narkoba di Dunia Kerja

  • 17 Jul 2026 16:31 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • BNN Provinsi Jawa Tengah menjalin kolaborasi strategis dengan PT Djarum melalui Program Industri Bersinar untuk mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di sektor industri.
  • Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah menekankan bahwa pencegahan narkoba memerlukan keterlibatan aktif dari seluruh elemen bangsa, termasuk sektor dunia usaha sebagai tempat berkumpulnya tenaga kerja produktif.
  • Program ini dirancang untuk menciptakan lingkungan industri yang sehat, aman, dan produktif melalui upaya pencegahan terstruktur dan kolaboratif.

RRI.CO.ID, Semarang – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah menggandeng PT Djarum untuk memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di lingkungan kerja. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Program Industri Bersinar (Bersih dari Narkoba) sebagai langkah menciptakan lingkungan industri yang sehat, aman, dan produktif.

Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah, Brigjen Pol. Agus Rohmat mengatakan pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen bangsa, termasuk dunia usaha yang menjadi tempat berkumpulnya tenaga kerja produktif.

"Dunia usaha memiliki posisi yang sangat strategis karena menjadi tempat berkumpulnya sumber daya manusia produktif yang menjadi penggerak perekonomian nasional. Oleh karena itu, kami mengapresiasi komitmen PT Djarum yang selama ini aktif membangun lingkungan kerja yang sehat, disiplin, dan berintegritas," kata Brigjen Pol. Agus melalui keterangan tertulis, Jumat, 17 Juli 2026.

Menurutnya, ancaman narkotika kini semakin kompleks seiring munculnya berbagai New Psychoactive Substances (NPS), termasuk penyalahgunaan narkotika cair melalui rokok elektronik atau vape. Kondisi tersebut menuntut perusahaan meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat sistem pencegahan di lingkungan kerja.

BNN Jawa Tengah pun mengajak seluruh perusahaan memperkuat edukasi kepada karyawan, membentuk penggiat antinarkoba, melaksanakan tes urine secara berkala, serta membangun sistem pelaporan apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan narkotika.

"Selain narkotika konvensional, kita menghadapi berbagai NPS dengan modus operandi yang terus berkembang, termasuk penyalahgunaan liquid vape yang dicampur zat narkotika. Karena itu, kami mengajak seluruh perusahaan memperkuat edukasi, membentuk penggiat antinarkoba, melaksanakan tes urine secara berkala, serta membangun sistem pelaporan yang baik apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan narkoba," ujarnya.

Sementara itu, Senior Manager Public Affairs PT Djarum Purwo Nugroho menyambut baik pendampingan yang dilakukan BNN Jawa Tengah dalam memperkuat implementasi Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di lingkungan perusahaan. Menurut Purwo, sumber daya manusia merupakan aset utama perusahaan sehingga harus mendapat perlindungan dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

"Kami memiliki komitmen untuk terus menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, produktif, dan menjunjung tinggi integritas. Program Industri Bersinar sejalan dengan nilai-nilai perusahaan dalam membangun budaya kerja yang positif serta memberikan perlindungan kepada seluruh karyawan dari ancaman penyalahgunaan narkoba," ungkapnya.

Purwo berharap kolaborasi dengan BNN Jawa Tengah tidak hanya diperkuat di sektor industri, tetapi juga dapat menjangkau sektor pendidikan dan olahraga sebagai bagian dari upaya bersama menciptakan generasi muda yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkotika."Ke depan, kami berharap kolaborasi ini tidak hanya berkembang di sektor industri, tetapi juga dapat menjangkau sektor pendidikan dan olahraga yang selama ini menjadi bagian dari kontribusi sosial PT Djarum," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....