Gandeng Bhimasena Power, DLHK Jateng Bentuk Kader Konservasi Alam di Batang
- 15 Jul 2026 18:41 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Batang – Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah IV Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah bersama PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) membentuk kader konservasi alam di Kabupaten Batang. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan dan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.
Pembentukan kader dilakukan melalui Pendidikan dan Pelatihan Teknis Kader Konservasi Alam Tingkat Pemula yang digelar di Sedawung Hills, Desa Tombo, Kecamatan Bandar, pada 13–15 Juli 2026. Sebanyak 20 peserta mengikuti pelatihan yang berasal dari pegiat lingkungan Desa Tombo, pegiat konservasi burung Desa Pacet, serta perwakilan karyawan PT Bhimasena Power Indonesia.
Kepala CDK Wilayah IV DLHK Provinsi Jawa Tengah, Gunawan, mengatakan kader konservasi di tingkat akar rumput memiliki peran penting dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan. Menurutnya, keberhasilan konservasi tidak dapat mengandalkan pemerintah semata, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
"Melalui diklat ini, para peserta dibekali materi esensial, mulai dari kehutanan umum, dasar ekologi, hingga praktik lapangan identifikasi flora dan fauna. Dengan harapan, mereka dapat menjadi pionir pelestarian hutan di kawasan Batang," ungkapnya.
General Manager Stakeholder Relation PT Bhimasena Power Indonesia, Aryamir H. Sulasmoro, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung program pelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasional. Kolaborasi dengan pemerintah dinilai menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keanekaragaman hayati.
"Kolaborasi strategis bersama CDK IV-DLHK Jawa Tengah ini merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan dalam mendukung program kelestarian alam secara kolektif. Sinergi antara korporasi, pemerintah, dan masyarakat mutlak diperlukan agar kesadaran akan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati dapat mengakar kuat," katanya.
Kepala Desa Tombo, Mustajab, menyambut baik penyelenggaraan pelatihan tersebut di wilayahnya. Ia berharap para kader mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh untuk menjaga kawasan hutan desa sekaligus mengembangkan potensi wisata alam secara berkelanjutan.
Selama pelatihan, peserta memperoleh materi dari berbagai instansi dan pakar lintas sektor. Materi meliputi kehutanan, konservasi, ekologi, kepemimpinan, pengelolaan wisata alam, hingga penanggulangan keadaan darurat.
Pada akhir pelatihan, peserta mengikuti praktik lapangan di kawasan hutan Desa Tombo. Mereka melakukan identifikasi flora dan fauna serta survei dan monitoring tumbuhan maupun satwa liar dengan pendampingan KPA Haliaster Departemen Biologi Universitas Diponegoro.
Melalui pelatihan tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh sertifikat kader konservasi tingkat pemula. Mereka juga diharapkan menjadi penggerak pelestarian lingkungan yang mampu menjaga kelestarian hutan dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Batang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....