Inovasi SIDAK Diperkenalkan, Balai Bahasa Malut Dorong Budaya Kerja Profesional

  • 17 Jul 2026 13:10 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Sofifi - Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara menggelar Sosialisasi Budaya Kerja Berbasis Kinerja sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya organisasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada hasil. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara, Kamis, 16 Juli 2026 itu diikuti seluruh pegawai di lingkungan Balai Bahasa.

Sosialisasi tersebut merupakan bagian dari Aksi Perubahan yang diinisiasi Kepala Subbagian Umum Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara, Nurul Istiqamallah. Adapun tajuk dari aksi perubahan tersebut yaitu "Optimalisasi Kinerja PPPK melalui SIDAK (Sistem Diagnosa dan Kinerja Pegawai) dalam Mendukung Capaian Kinerja Organisasi pada Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara”.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara, Nukman, S.S., menyampaikan apresiasi atas lahirnya inovasi SIDAK sebagai instrumen yang diharapkan mampu membangun budaya kerja baru di lingkungan Balai Bahasa. Menurutnya, penerapan sistem tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mendorong pencapaian target organisasi secara berkelanjutan.

Ia berharap SIDAK tidak hanya menjadi sebuah aplikasi atau instrumen penilaian, tetapi juga menjadi budaya kerja yang diterapkan secara konsisten oleh seluruh pegawai. Dengan demikian, setiap individu dapat berkontribusi secara optimal terhadap peningkatan kinerja organisasi.

Dalam kesempatan itu, Nurul Istiqamallah memaparkan materi bertajuk "Internalisasi Budaya Kerja, Membangun Budaya Kerja BerAKHLAK dan RAMAH melalui SIDAK." Materi tersebut menekankan pentingnya membangun budaya organisasi yang adaptif, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kinerja melalui pendekatan yang sistematis.

Menurut Nurul, perubahan budaya kerja tidak dapat diwujudkan secara instan, melainkan melalui proses yang berkelanjutan. "Hari ini kita menginternalisasikan budaya kerja. Besok kita membangun kebiasaan. Lusa kita menuai organisasi yang lebih profesional," ujarnya.

Nurul menegaskan bahwa budaya kerja yang unggul tidak dibangun semata-mata melalui pengawasan, tetapi melalui proses diagnosis yang tepat, pembinaan yang berkesinambungan, serta komitmen bersama untuk terus berkembang. Melalui SIDAK, ketiga aspek tersebut diintegrasikan dalam satu sistem yang mampu mendukung pengembangan kompetensi pegawai sekaligus meningkatkan capaian organisasi.

"SIDAK hadir sebagai instrumen yang mengintegrasikan diagnosis, pembinaan, dan pengukuran kinerja sehingga setiap pegawai dapat berkembang, setiap kinerja dapat diukur, dan setiap capaian organisasi dapat terus ditingkatkan," kata Nurul menutup pemaparannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....