BMKG: Sumenep Didominasi Cuaca Cerah, Waspadai Angin Kencang dan Gelombang Tinggi

  • 17 Jul 2026 06:10 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumenep memprakirakan cuaca di wilayah Kabupaten Sumenep dan sekitarnya didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan dalam beberapa hari ke depan. Minimnya pembentukan awan konvektif membuat potensi hujan diperkirakan sangat kecil.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Sumenep, Ari Widjajanto, mengatakan kondisi tersebut merupakan karakteristik puncak musim kemarau yang sedang berlangsung di wilayah Madura.

"Saat ini cuaca didominasi cerah hingga cerah berawan. Potensi hujan sangat kecil sehingga masyarakat perlu menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca yang ada," ujarnya, Jum'at 17 Juli 2026.

BMKG mencatat suhu udara di Sumenep berkisar antara 25 hingga 33 derajat Celsius. Pada siang hari, cuaca terasa cukup terik dengan kelembapan udara berada pada kisaran 55 hingga 85 persen. Sementara pada malam hingga dini hari, suhu udara cenderung lebih rendah sehingga memunculkan fenomena bediding, yakni udara yang terasa dingin pada musim kemarau.

Selain itu, Angin Monsun Timur masih bertiup cukup dominan dengan kecepatan sekitar 10 hingga 25 kilometer per jam dari arah timur hingga tenggara. Kondisi ini menjadi salah satu indikator bahwa wilayah Sumenep telah memasuki puncak musim kemarau.

Ari mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi kesehatan, terutama dengan mencukupi kebutuhan cairan tubuh saat beraktivitas di luar ruangan.

"Kami meminta masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan fisik di tengah cuaca siang yang sangat terik. Pastikan kebutuhan hidrasi tubuh terpenuhi agar terhindar dari dehidrasi akibat cuaca panas dan angin kering," katanya.

BMKG juga mengingatkan masyarakat, khususnya nelayan dan operator transportasi laut, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan tinggi gelombang di wilayah perairan Sumenep dan Laut Jawa bagian timur. Embusan angin timur yang cukup kencang dapat memicu gelombang laut yang lebih tinggi dari biasanya.

Karena itu, para pelaku aktivitas pelayaran diimbau selalu memantau informasi cuaca terbaru sebelum melaut demi mengurangi risiko kecelakaan di laut.

Selain itu, masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan atau sampah secara sembarangan. Angin kencang pada musim kemarau berpotensi mempercepat penyebaran api sehingga meningkatkan risiko kebakaran lahan maupun permukiman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....