Jateng Luncurkan PAUD Emas, Libatkan Posyandu dan Masyarakat
- 17 Jul 2026 09:56 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sedang menyiapkan program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Emas sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi anak usia dini. Program ini tidak hanya mengandalkan lembaga pendidikan formal, tetapi juga melibatkan masyarakat dan ribuan Posyandu yang tersebar hingga tingkat desa.
Bunda PAUD Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mengatakan saat ini penyusunan modul PAUD Emas Jawa Tengah telah memasuki tahap finalisasi. Program tersebut ditargetkan diluncurkan pada awal Agustus 2026 sebagai langkah memperkuat layanan pendidikan anak usia 0 hingga 6 tahun.
Menurut Nawal, tantangan pendidikan anak usia dini tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendiri. Karena itu, program PAUD Emas dirancang dengan pendekatan kolaboratif yang melibatkan masyarakat untuk memperluas jangkauan layanan pendidikan.
"Kami juga ingin menggerakkan swadaya masyarakat agar bersama-sama menghadirkan layanan PAUD yang lebih luas di Jawa Tengah," ujarnya usai rapat koordinasi tim penyusun modul PAUD Emas di Rumah Dinas Wakil Gubernur Jawa Tengah, Kamis 16 Juli 2026.
Selain mengedepankan partisipasi masyarakat, Pemprov Jateng juga akan mengintegrasikan konsep PAUD Emas ke dalam layanan Posyandu. Langkah tersebut dinilai strategis karena Jawa Tengah memiliki lebih dari 49 ribu Posyandu yang selama ini dekat dengan keluarga dan anak-anak.
Melalui integrasi tersebut, Posyandu diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai pusat layanan kesehatan dasar. Posyandu juga akan menjadi ruang pendukung tumbuh kembang dan stimulasi pendidikan anak sejak usia dini.
Nawal menjelaskan, modul PAUD Emas akan memadukan penguatan karakter dengan pembelajaran dasar yang sesuai kebutuhan anak. Kurikulumnya mencakup literasi, matematika, sains, teknologi, rekayasa, dan seni yang dikemas secara menyenangkan.
Program ini juga mengangkat muatan lokal sebagai bagian penting dalam pembelajaran. Nilai-nilai budaya Jawa Tengah seperti unggah-ungguh, bahasa Jawa, pendidikan keagamaan, serta pengenalan adat dan tradisi daerah akan dikenalkan sejak dini.
"Melalui PAUD Emas, kami ingin membentuk generasi yang memiliki karakter kuat, mencintai budaya daerah, sekaligus memiliki fondasi literasi dan sains yang baik sejak usia dini," katanya.
Untuk mendukung kualitas pembelajaran, Bunda PAUD Jateng juga menyiapkan forum Akademik Komunitas PAUD Emas bagi para pendidik. Forum tersebut menjadi wadah peningkatan kompetensi guru melalui pembelajaran dan berbagi praktik baik secara berkelanjutan.
Melalui forum itu, para guru akan mendapatkan pembaruan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Mulai dari pengembangan lagu edukatif, media belajar yang menarik, hingga berbagai pendekatan baru dalam pendidikan anak usia dini.
Program PAUD Emas hadir di tengah masih rendahnya partisipasi pendidikan anak usia dini di Jawa Tengah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD di Jawa Tengah saat ini masih berada pada kisaran 47,65 persen hingga 58,76 persen.
Melalui pelibatan masyarakat, penguatan kapasitas guru, dan pemanfaatan jaringan Posyandu, Pemprov Jateng berharap semakin banyak anak memperoleh layanan pendidikan sejak usia dini. Langkah tersebut sekaligus menjadi investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi emas Jawa Tengah di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....