Investor Malaysia Lirik Energi Terbarukan hingga Infrastruktur Jateng
- 08 Jun 2026 20:43 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Minat investasi asing ke Jawa Tengah terus menguat. Kali ini, investor asal Malaysia, The Marq International SDN BHD, membidik sejumlah sektor strategis mulai dari energi terbarukan, pertanian, hingga pengembangan infrastruktur yang dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan.
Ketertarikan tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dengan jajaran The Marq International SDN BHD bersama tim teknis Jakarta Konsultan Grup di Semarang, Senin 8 Juni 2026. Pertemuan itu membahas peluang kerja sama investasi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.
Salah satu sektor yang menjadi perhatian investor adalah energi terbarukan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menawarkan berbagai peluang pengembangan energi ramah lingkungan, termasuk pemanfaatan compressed natural gas (CNG) yang saat ini tengah dikembangkan oleh BUMD PT Jateng Petro Energi (JPEN) sebagai alternatif LPG.
Selain energi, sektor pertanian juga masuk dalam radar investasi. Melalui PT Jateng Agro Berdikari (JTAB), Pemprov Jawa Tengah membuka peluang kerja sama di bidang agribisnis dan agrowisata yang memiliki potensi besar seiring kuatnya sektor pertanian di daerah ini.
Adapun, di bidang infrastruktur, Ahmad Luthfi menawarkan sejumlah proyek strategis yang dapat menjadi pengungkit ekonomi regional. Pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang serta dry port di Batang dan Kendal menjadi bagian dari rencana besar untuk memperkuat konektivitas logistik dan mendukung kawasan industri.
"Beliau melirik invetasi di kawasan yang sudah ditetapkan nanti kita tindaklanjuti dengan MoU serta kita siapkan proyek," ujarnya.
Menurut Luthfi, Jawa Tengah terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kompetitif dan ramah bagi investor. Kemudahan perizinan, ketersediaan tenaga kerja, kawasan industri yang berkembang, serta kondisi wilayah yang kondusif menjadi modal utama untuk menarik investasi.
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah BUMD juga memaparkan potensi bisnis yang dapat dikerjasamakan dengan investor asing. Mulai dari pengembangan energi, sektor pangan, hingga kawasan strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Tak hanya itu, sektor pariwisata juga ditawarkan sebagai peluang investasi yang menjanjikan. Jawa Tengah saat ini memiliki sekitar seribu desa wisata dan tengah mengembangkan konsep wisata ramah muslim yang diyakini mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.
| Baca juga: TPAS Sukoharjo Bidik Energi Listrik |
CEO The Marq International SDN BHD, Steven Wei, menilai Jawa Tengah sebagai salah satu daerah yang paling terbuka terhadap investasi. Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dinilai memberikan kepastian dan kemudahan bagi investor untuk mengembangkan usaha.
Menurut Steven, jaringan kerja sama yang dimiliki perusahaannya tidak hanya mencakup Malaysia, tetapi juga China, Korea Selatan, dan sejumlah negara lainnya. Karena itu, peluang investasi yang terbuka di Jawa Tengah berpotensi menarik lebih banyak investor internasional pada masa mendatang.
“Saya gembira karena Pak Gubernur sangat mendukung untuk membuat kerja sama. Tidak hanya dengan Malaysia tetapi juga China, Korea, dan negara lain yang terhubung dengan kami. Ini waktu yang tepat untuk investasi ke Jawa Tengah,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....