SDN 2 Cepokosawit Boyolali Tetap Berkomitmen Berikan Pelayanan Terbaik
- 17 Jul 2026 16:39 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Boyolali - Fenomena minimnya perolehan siswa baru dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2026/2027 kembali terjadi. Di Kabupaten Boyolali, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Cepokosawit, Kecamatan Sawit, tercatat hanya mendapatkan satu orang murid baru untuk kelas 1.
Meski demikian, pihak sekolah menegaskan tetap bersemangat dan berkomitmen penuh untuk memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik. Kepala SDN 2 Cepokosawit, Arya Dani yang baru menjabat sejak Desember 2025, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya maksimal untuk menarik minat masyarakat.
Mulai dari berinovasi meluncurkan kegiatan ekstrakurikuler unggulan seperti rebana, memperkuat kegiatan keagamaan, hingga melakukan sosialisasi dari rumah ke rumah (door-to-door) dengan menemui tokoh masyarakat dan Bunda PAUD.
Namun, kondisi demografi berupa rendahnya angka kelahiran serta ketatnya persaingan dengan sekolah sekitar menjadi faktor utama minimnya pendaftar. Jarak antar sekolah yang sangat berdekatan serta tren masyarakat yang memilih sekolah swasta atau full day school turut memengaruhi jumlah siswa baru di sekolah negeri.
"Kalau tahun kemarin kita dapat enam siswa nggih. Tapi untuk tahun ini memang kondisi di masyarakat dari warga Cepogo sendiri untuk usia anak masuk SD itu hanya satu orang. Kami tidak kurang-kurang, sudah door to door, ibaratnya sowan ke wali murid, ke masyarakat, bahkan ke Pak Lurah dan tokoh masyarakat kita menjalin komunikasi dengan Bunda PAUD," kata Arya Dani saat ditemui awak media pada Selasa, 14 Juli 2026.
Lebih lanjut, dirinya menegaskan berapapun siswa yang didapatkan pada ajaran baru 2026/2027, namun pihaknya akan tetap bertekad untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk para siswa-siswi.
"Berapapun jumlahnya kami tetap bersyukur dan kami selalu bertekad untuk senantiasa memberikan pelayanan yang terbaik untuk siswa-siswi kami di SD kita. Terlihat dari semangat bapak, ibu guru walaupun hanya satu siswa tetap kami layani MPLS-nya," katanya menambahkan.
Kepala Sekolah juga menambahkan bahwa SDN 2 Cepokosawit sebenarnya memiliki segudang potensi dan prestasi. Pada hasil TKA kelas 6 tahun lalu, sekolah ini meraih nilai rata-rata yang sangat memuaskan di Kecamatan Sawit, yakni 93 sekian untuk Bahasa Indonesia dan 83 sekian untuk Matematika.
Selain itu, sekolah ini juga merupakan satu-satunya SD di Kecamatan Sawit yang perpustakaannya telah terakreditasi resmi, serta menyandang predikat sebagai sekolah Adiwiyata.
| Baca juga: Hindari Modus SPMB Jalur Domisili Nitip KK |
Sementara itu, Guru Kelas 1 SDN 2 Cepokosawit, Andriyani Mudrikah, mengungkapkan bahwa ini merupakan pengalaman pertamanya mengajar kelas dengan hanya satu murid. Kendati demikian, dirinya bersyukur karena sang murid memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan cepat beradaptasi.
"Alhamdulillahnya mbak Khanza itu di sini juga anaknya semangat dan berani, tidak ada rasa takut atau minder karena punya teman di kelas 2. Jadi, nanti mungkin pembelajarannya akan sesekali kita gabungkan untuk bersama belajar bersama kelas 2 gitu," ucap Andriyani Mudrikah.
Pihak sekolah berharap ke depan masih ada siswa baru yang mendaftar secara susulan, mengingat mobilitas orang tua di kawasan tersebut cukup dinamis. Dukungan dan empati juga terus mengalir dari para wali murid kelas lain yang tetap memotivasi para guru agar tidak patah semangat dalam mencerdaskan anak bangsa. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....